LUCKNOW, KAMIS — Wajarnya tubuh mengeluarkan darah jika terluka.
Namun, kondisi yang dialami Twinkle Dwivedi, remaja berusia 13 tahun
asal India, luar biasa aneh. Tanpa tergores sedikit pun, tubuhnya
mengeluarkan darah. Bisa dibilang, remaja itu berkeringat darah.

Bukan hal aneh bagi keluarganya melihat darah meleleh dari mata,
hidung, leher, dan telapak kaki Twinkle. Kadang kondisinya sangat
buruk, seperti ketika bangun tidur dengan seluruh tubuhnya tertutupi
darah kering.

Akibat kondisi itu, Twinkle harus menjalani transfusi darah berulang
kali. Tetangga-tetangganya di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh,
yakin Twinkle mendapat kutukan karena pernah melontarkan makian di jalan.

Keluarga Dwivedi telah pergi ke segala tempat untuk menyembuhkan
Twinkle. Mereka mencari bantuan kepada banyak dokter, dukun, serta
para agamawan. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan obat untuk
putri mereka tercinta.

"Saya putus asa," kata Nandani, ibu Twinkle. "Kami tidak percaya
takhyul, tapi sekarang kami benar-benar putus asa. Kami sudah ke kuil,
masjid, gereja, maupun orang suci sufi. Namun, tak ada yang bisa
menyembuhkannya."

"Mereka (para dokter di India) mengatakan tak pernah melihat kasus
seperti ini sebelumnya. Salah seorang dokter malah menuduh kami
mengada-ada," tukas Aditya Kuma Dwivedi, ayah Twinkle yang bekerja
sebagai pegawai kereta api.

Tahun lalu, Twinkle tak berbeda dengan manusia normal lain. Remaja
putri itu suka menggambar dan bermain dengan teman-temannya.
Penderitaannya dimulai pada Juli 2007 saat mulutnya tiba-tiba
mengeluarkan darah.

Dokter berpendapat, Twinkle terkena bisul biasa. Namun, beberapa
minggu kemudian, pendarahan itu kembali muncul. Kali ini dari hidung,
mata, kaki, dan pangkal rambutnya. Sejak itu kulitnya mengeluarkan
darah lima sampai 20 kali sehari.

"Saya benar-benar takut. Ini tidak sakit, tapi menakutkan dan kotor.
Teman-teman menganggap saya menjijikkan," ungkap Twinkle. "Baju
sekolah saya juga menjadi berwarna merah. Tidak ada yang mau
dekat-dekat atau bermain dengan saya."

Dulu Twinkle mengaku sering menangisi kondisinya, ketika kulitnya
mulai mengeluarkan darah. "Tapi sekarang saya hanya diam saja,"
katanya. Karena kelainan itu, Twinkle berulang kali pindah sekolah.
Beberapa sekolah  menolak karena kondisinya yang aneh itu. Kini dia
hanya belajar di rumah dan jarang bergaul dengan anak-anak lain.

"Saya benar-benar mengkhawatirkannya. Dia sangat lemah dan pucat
karena kehilangan banyak darah," kata Nandani. "Twinkle juga terasing
dan tertekan. Dia ingin sembuh agar bisa kembali ke sekolah."

Pihak medis India yakin Twinkle mengalami kelainan darah langka yang
sangat ekstrem dan mereka tidak bisa menyembuhkan gadis itu. Namun,
seberkas harapan ditawarkan dokter spesialis di Inggris yang
berpendapat Twinkle kemungkinan mengalami kelainan trombosit.

Menurut dokter itu, Twinkle bisa disembuhkan. Akhirnya, para dokter di
All India Institute of Medical Sciences di Delhi pun memutuskan
Twinkle punya kelainan platelet Tipe 2, kondisi langka ketika darah
menggumpal dalam ukuran sangat kecil.

Mereka mengatakan, darah Twinkle sangat encer dan berwarna merah
anggur cerah. Namun, mereka belum menemukan cara mengubah darah encer
menjadi lebih kental. Seorang dokter spesialis darah di Inggris punya
diagnosa berbeda dan yakin masih ada harapan untuk menyembuhkannya.
 
"Dia mungkin punya kelainan Tipe 2 von Willebrand dan seharusnya
menemui dokter yang bisa mengentalkan darah," kata Dr Drew Provan,
seorang konsultan haematologist dari Rumah Sakit Barts di London.

Dia yakin kondisi Twinkle tidak berhubungan dengan kecilnya partikel
darah, tapi akibat penurunan protein yang disebut faktor von
Willebrand yang penting selama tahap awal pembekuan.

Situasi yang dialami remaja itu sesungguhnya cukup kritis. Twinkle
memerlukan diagnosa tepat dan cepat karena kondisinya terus melemah.
"Ketika kepala saya berdarah, kepala rasanya sangat berat," ucap
Twinkle. "Ketika mata yang berdarah, warna mata menjadi benar-benar
merah dan pedih. Rasanya juga sakit sekali ketika membasuhnya setelah
berdarah."

Twinkle, yang memiliki 3 saudara perempuan, hidup bersama keluarganya
yang miskin di Kota Lucknow, daerah Almbagh, negara bagian Uttra
Pradesh, India. tlg/van


http://kompas.com/read/xml/2008/10/09/16132115/gadis.india.berkeringat.darah

Kirim email ke