Dear temans, Kita seharusnya malah lebih heran lagi kalau sepertinya pemerintahan yang sekarang ini (Eksekutif), Yudikatif dan Legislatif, malah tidak berusaha membantu menghilangkan warisan itu bahkan terkesan membiarkan(membantu) agar warisan itu berkembang pesat kembali.
Kalau mereka saja takut di cap membela antek2x PKI karena selanjutnya gak populer dimata kaum atau golongan tertentu/pendukung nya sehingga akhirnya ramai2x membiarkan dan terkesan malah membantu maka sudah pastilah generasi muda akan susah dibangunkan dari "tidur"/keterlenaan nya. Hal yang sangat mendasar (efektif) yang di tanamkan ORBA tentang PKI kepada bangsa Indonesia itu adalah kalau PKI sebagai partai yang di miliki oleh manusia2x yang tidak memiliki AGAMA, tidak percaya adanya TUHAN otomatis partai nya orang2x KAFIR, SETAN/IBLIS/HANTU. Kita manusia Indonesia yang taat ber-AGAMA itu, paling anti dengan istilah TIDAK ber-AGAMA, KAFIR, SETAN/IBLIS/HANTU. Maaf saja, kita yang mengaku taat ber-AGAMA itu bisa membenci, memukul, menyiksa orang yang AGAMA nya beda apalagi terhadap PKI yang dicap TIDAK ber-AGAMA, KAFIR, SETAN/IBLIS/HANTU. Selanjutnya untuk menghilangkan rasa takut terhadap Komunis, PKI atau bahkan lebih jauh dari itu terhadap "kaum" kiri tentunya harus ada komitmen bersama semua bangsa. Permasalahan nya adalah di dalam "pertempuran" politik sekarang ini bahwa "kaum" yang menyebutkan dirinya "kaum" tengah dan kanan akan sangat diuntungkan dengan situasi seperti itu, sehingga apapun bentuk, cara, langkah yang ditempuh, komitmen bersama seluruh bangsa itu lah yang sulit mewujudkan nya. Dengan kata lain Komunis, PKI, Kiri yang diyakini sebelumnya HANTU yang ditakuti/benci akan sukar dirubah menjadi salah satu MALAIKAT penolong bagi masyrakat Indonesia. Karena ideal nya kan sebelum masuk ke medan "pertempuran politik" ketiga2x nya "kaum" itu haruslah memiliki wajah MALAIKAT yang berbeda2x, yang sama2x ingin menawarkan pertolongan kepada manusia Indonesia. Salam hangat, -aku- --- In [email protected], Bambang Riyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju Bung Adyanto, > > nah sekarang PR kita adalah bagaimana meruntuhkan warisan orba dalam bentuk 'memedi sawah' itu (meminjam bahasa Budiman) ke generasi kita saat ini. Dalam pembicaraan2 saya dengan beberapa orang, saya masih bisa memaklumi kalau ada orang tua yang masih terlena dengan warisan orba itu. Tapi yang tidak habis pikir, kenapa ada generasi muda yang masih (mau) terlenakan dengan warisan menyesatkan itu? > > riyanto
