Turut berduka cita untuk Bang Reinhart Simandjuntak. 
 
Saya kenal beliau saat pertama kali terjun sebagai pewarta sekitar tahun 1992. 
Saya  bertemu beliau dalam berbagai liputan di "beat" Departemen Sosial. Saat 
itu, saya merasakan kepribadian Bang Reinhart sangat hangat sekali terhadap 
semua rekan-rekannya, tanpa memandang yang senior ataupun junior,  dari media 
besar atau kecil.
 
Sebagai pewarta junior , saat itu saya banyak belajar dari beliau. Bang 
Reinhart bukan tipe orang yang pelit berbagi ilmu dan pengalaman.
 
Ada satu kenangan lucu sekitar tahun 1993 bersama Bang Reinhart. Saat itu 
Depsos menggelar sebuah acara seminar.  Bang Reinhart diminta menjadi salah 
satu moderator untuk salah satu sessi diskusi. Entah bagaimana, sebelum seminar 
dimulai , Bang Reinhart tahu bahwa honor yang diterima ternyata dibedakan, jauh 
lebih kecil dibanding honor yang diterima oleh seorang moderator lainnya. 
Kebetulan si moderator tersebut adalah seorang pejabat. Bukan main kesalnya si 
Abang ini.
 
Tapi hebatnya, Bang Reinhart ternyata  tetap mampu mengendalikan perasaannya. 
Dia  tetap memimpin sessi diskusi tersebut dengan baik walau hatinya geram 
sekali. Tapi setelah diskusi selesai ?...Hehe, dia keluar ruangan dan panitia 
langsung dilabrak karena dianggap telah bersikap diskriminatif dengan 
membedakan honor moderator yang berprofesi wartawan dengan pejabat.
 
Sekitar tahun 1993-1994, saya ditugaskan di "beat" lain, yang terkait sektor 
ekonomi jasa. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi bertemu beliau karena 
tampaknya beliau tetap di "beat" Depsos . 
 
Hampir 15 tahun berlalu, saya tidak pernah bertemu lagi. Kalau ada perlu 
penting terkait tugas jurnalistik, saya terkadang masih  kontak via telepon 
meminta saran-saran beliau. Tapi setelah beliau pensiun ,  ditambah kesibukan 
pekerjaan saya , praktis  saya tidak pernah lagi kontak si Abang. Hingga pagi 
ini, saat saya buka koran Kompas, saya baru tahu si Abang ternyata telah 
"pergi".
 
Selamat jalan Bang Reinhart. Saya akan tetap mengenang persahabatan kita 
selamanya.
 
Salam,
 
Yuri Alfrin Aladdin
 http://yurihalla.blogspot.com
 


--- On Tue, 10/21/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Reinhart Simandjuntak Telah Tiada
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 21, 2008, 8:41 PM






Jakarta, Kompas - Wartawan harian Kompas (1973- 2005), Reinhart
Simandjuntak (70), Selasa (21/10) pukul 20.09, meninggal dunia di
Rumah Sakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Almarhum
meninggal setelah dirawat sejak Rabu pekan lalu akibat penyakit jantung.

Menurut cerita putranya, Johson Simandjuntak, almarhum dioperasi pada
Jumat tengah malam, tetapi kondisi kesehatan almarhum terus merosot.

Menurut Johnson, jenazah almarhum akan disemayamkan di Rumah Duka
Rumah Sakit TNI AD Gatot Subroto sebelum dimakamkan Kamis besok di
Tempat Pemakaman Umum Kali Mulia, Depok, Jawa Barat.

Reinhart dilahirkan di Jawa Tonga, Pematang Siantar, Sumatera Utara,
16 Februari 1938. Ia menjadi wartawan Kompas sejak tahun 1973. Mantan
guru sebuah SMA di Jakarta ini banyak berkecimpung dalam peliputan
kegiatan-kegiatan di Departemen Penerangan dan Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia pada masa Orde baru.

Johnson, putra sulungnya yang juga menjadi wartawan, melihat ayahnya
sebagai sosok yang keras. Namun, Reinhart juga ayah yang lembut.

Reinhart meninggalkan istri, Oktorida Selly Diana Hutabarat, tiga anak
yang semuanya sudah bekerja serta empat cucu. (OSD/HAR)

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/10/22/ 00144714/ reinhart. 
simandjuntak. telah.tiada

 













__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke