Sebagai murid tentu kami saya terkejut ada seorang guru dengan topi cowboy masuk kelas, kejadian ini terjadi sekitar 25 tahun yang lalu di SMA Negeri I Jakarta. Sambil masuk kelas dia perkenalkan dirinya, saya "Reinhart Simanjuntak! guru PMP kalian. Kalian tak perlu khawatir, saya tak banyak bicara soal pasal-pasal UUD 45".
Setelah itu dia buka topi cowboynya: "Siapa yang bisa menebak pekerjaan saya selain guru PMP disini?" Tantangnya sambil menaruh uang Rp 5.000 di mejanya. "Bolah diambil oleh yang pertama menjawab benar". Karena tak ada yang bisa menjawab benar, beliau mengambil lagi uangnya, " Saya wartawan di harian KOMPAS!" Bukan cuma itu, beliaulah yang sering mengajak muridnya keliling ke gedung MPR/DPR, Pabrik pesawat Nurtanio dan berbagai objek vital negara lainnya. Atas obrolan dengan beliau juga kami anak-anak IPS (waktu itu kami iri dengan anak-anak IPA yang puya laboatorium Biologi/fisika/kimia) membuat pula sebuah "laboratorium illegal" bernama LABORATORIUM PENGKAJIAN MASALAH-MASALAH INTERNASIONAL di sebuah ruangan kosong. isinya, anak-anak IPS yang sok ngerti dan membahas peristiwa sosial nasional/internasional yang sedang terjadi saat itu. Reinhart Simanjuntak sudah pergi, semangatnya mengajar dengan cara yang berbada masih membekas di hati murid-muridnya. iwan esjepe http://indonesiabertindak.multiply.com --- On Tue, 10/21/08, Yuri Aladdin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Yuri Aladdin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Reinhart Simandjuntak Telah Tiada To: [email protected] Date: Tuesday, October 21, 2008, 7:10 PM Turut berduka cita untuk Bang Reinhart Simandjuntak. Saya kenal beliau saat pertama kali terjun sebagai pewarta sekitar tahun 1992. Saya bertemu beliau dalam berbagai liputan di "beat" Departemen Sosial. Saat itu, saya merasakan kepribadian Bang Reinhart sangat hangat sekali terhadap semua rekan-rekannya, tanpa memandang yang senior ataupun junior, dari media besar atau kecil. Sebagai pewarta junior , saat itu saya banyak belajar dari beliau. Bang Reinhart bukan tipe orang yang pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Ada satu kenangan lucu sekitar tahun 1993 bersama Bang Reinhart. Saat itu Depsos menggelar sebuah acara seminar. Bang Reinhart diminta menjadi salah satu moderator untuk salah satu sessi diskusi. Entah bagaimana, sebelum seminar dimulai , Bang Reinhart tahu bahwa honor yang diterima ternyata dibedakan, jauh lebih kecil dibanding honor yang diterima oleh seorang moderator lainnya. Kebetulan si moderator tersebut adalah seorang pejabat. Bukan main kesalnya si Abang ini. Tapi hebatnya, Bang Reinhart ternyata tetap mampu mengendalikan perasaannya. Dia tetap memimpin sessi diskusi tersebut dengan baik walau hatinya geram sekali. Tapi setelah diskusi selesai ?...Hehe, dia keluar ruangan dan panitia langsung dilabrak karena dianggap telah bersikap diskriminatif dengan membedakan honor moderator yang berprofesi wartawan dengan pejabat. Sekitar tahun 1993-1994, saya ditugaskan di "beat" lain, yang terkait sektor ekonomi jasa. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi bertemu beliau karena tampaknya beliau tetap di "beat" Depsos . Hampir 15 tahun berlalu, saya tidak pernah bertemu lagi. Kalau ada perlu penting terkait tugas jurnalistik, saya terkadang masih kontak via telepon meminta saran-saran beliau. Tapi setelah beliau pensiun , ditambah kesibukan pekerjaan saya , praktis saya tidak pernah lagi kontak si Abang. Hingga pagi ini, saat saya buka koran Kompas, saya baru tahu si Abang ternyata telah "pergi". Selamat jalan Bang Reinhart. Saya akan tetap mengenang persahabatan kita selamanya. Salam, Yuri Alfrin Aladdin http://yurihalla. blogspot. com --- On Tue, 10/21/08, Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> wrote: From: Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Reinhart Simandjuntak Telah Tiada To: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Tuesday, October 21, 2008, 8:41 PM Jakarta, Kompas - Wartawan harian Kompas (1973- 2005), Reinhart Simandjuntak (70), Selasa (21/10) pukul 20.09, meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Almarhum meninggal setelah dirawat sejak Rabu pekan lalu akibat penyakit jantung. Menurut cerita putranya, Johson Simandjuntak, almarhum dioperasi pada Jumat tengah malam, tetapi kondisi kesehatan almarhum terus merosot. Menurut Johnson, jenazah almarhum akan disemayamkan di Rumah Duka Rumah Sakit TNI AD Gatot Subroto sebelum dimakamkan Kamis besok di Tempat Pemakaman Umum Kali Mulia, Depok, Jawa Barat. Reinhart dilahirkan di Jawa Tonga, Pematang Siantar, Sumatera Utara, 16 Februari 1938. Ia menjadi wartawan Kompas sejak tahun 1973. Mantan guru sebuah SMA di Jakarta ini banyak berkecimpung dalam peliputan kegiatan-kegiatan di Departemen Penerangan dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada masa Orde baru. Johnson, putra sulungnya yang juga menjadi wartawan, melihat ayahnya sebagai sosok yang keras. Namun, Reinhart juga ayah yang lembut. Reinhart meninggalkan istri, Oktorida Selly Diana Hutabarat, tiga anak yang semuanya sudah bekerja serta empat cucu. (OSD/HAR) http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/10/22/ 00144714/ reinhart. simandjuntak. telah.tiada ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
