Inilah kebiasaan Kompas yang menjengkelkan saya sebagai pembaca. Dia 
suka sekali memuat berita yang sebenarnya adalah bagian pertengahan 
atau ujung dari sebuah peristiwa, sementara awal dari peristiwa 
tersebut tak pernah dimuatnya. 

Bagi orang yang aksesnya terhadap berita datang dari berbagai 
beberapa media massa,  kebiasaan ini mungkin akan luput dari 
perhatian. Tapi bagi orang yang aksesnya terhadap berita hanya 
mengandalkan Kompas, kebiasaan ini sering membuat kebingungan.

Kalau kebiasaan ini dilakukannya pada masa pemerintahan Orde Baru 
maka saya masih bisa memakluminya, yaitu bahwa Kompas mau mencari 
jalan aman. Dia menunggu dulu reaksi penguasa. Tapi kalau kebiasaan 
ini masih juga dilakukannya pada era kebebasan dan keterbukaan ini, 
maka saya sungguh tidak mengerti.

Rupanya di luar sana beredar desas-desus bahwa Menteri Keuangan Sri 
Mulyani telah mengajukan permohonan pengunduran diri. Desas desus 
tentang rencana pengunduran dan alasan yang menyebabkan pengunduran 
diri itu tidak dimuat oleh Kompas, tapi dimuat oleh sebuah media 
lain. Kemudian ketika desas-desus itu sudah semakin santer, dan 
wartawan menanyakan kebenarannya kepada Menteri Sekretaris Negara 
Hatta Rajasa, barulah Kompas memuat bantahannya. Dan alasan mengenai 
rencana pengunduran diri itu pun hanya dikutip Kompas dari sumber 
lain.

Bobot berita malu-malu dan terlambat yang dimuat Kompas itu jadi 
mengingatkan saya akan gaya jurnalisme yang diterapkan oleh 
tayangan "infotainment" di stasiun-stasiun televisi kita: Mula-mula 
presenter memberitakan adanya desas-desus tentang artis A yang 
selingkuh. Lalu ditayangkan wawancara dengan artis A yang--tentu saja-
-membantah perselingkuhan itu. Lalu ditayangkan wawancara dengan 
pasangan selingkuhnya yang juga membantah. Lalu ditayangkan wawancara 
dengan supir si artis, supir si pasangan selingkuh, orang tua si 
artis, sahabat si artis dsb, dan semua membantah. Walhasil saya 
sebagai penonton hanya bisa terbodoh-bodoh dan berkata, "Lalu, kalau 
memang tak ada persoalan, mengapa desas-desus itu harus diangkat?"

Jangan gitu akh, Kompas!

Mula Harahap 



Agus Hamonangan:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/07/12175364/Mensesneg.Bantah.Sr
i.Mulyani.Mengundurkan.Diri

JAKARTA, JUMAT - Mensesneg Hatta Radjasa menegaskan, hingga saat ini
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tetap solid, dan dia menepis adanya
permintaan Plt Menko Perekonimian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mundur dari kabinet.


Kirim email ke