kompas atau media tidak bisa dipersalahkan dalam konteks ini. 
pejabat seperti menteri memana banyak yg tidak tegas perilakunya.  
jika ada yg mau mengundurkan diri, sebaiknya langsung saja 
konferensi pers mengundurkan diri spt menteri di amerika.  
jangan mencla mencle seperti mau berhenti tetapi tidak dibolehkan 
presiden dll. 
kalau memang menteri sudah tidak bisa menerima keputusan/policy  
presiden sebaiknya memang minta berhenti saja.  
ini jelas konsekwensi dari pertanggung jawaban moral pribadi.  
jangan spt menteri2 di era gus dur seperti yusril yg tidak sepaham 
dgn presiden tetapi masih tetap bertahan, mungkin nggak rela 
melepaskan fasilitas yg wah itu. hal ini jelas akan mengganggu 
kinerja presiden. 


sohib
======================================
--- In [email protected], "Mula Harahap" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya tidak tahu cerita yang sebenarnya. Dan yang sedang saya 
persoalkan 
> memang bukan ceritanya. Saya sedang mempersoalkan cara Kompas yang 
> (entah karena alasan apa) suka memberitakan sebuah informasi 
(terlepas 
> dari apakah informasi itu fakta atau desas-desus) setelah 
informasi itu 
> berkembang jauh dan disiarkan oleh media massa lain.
> 
> 
> Mula Harahap
> 
> 
> 
> Haniwar Syarif:
> 
> jadi cerita benerny agiman asih Pak Mula
> 
> baca tulisanmu jadi tambah bingung
>


Kirim email ke