Bung Eric, yang dimaksud dengan memberi kesempatan itu bagaimana? Toh
selama ini masyarakat DKI dan sekitarnya selalu memberi kesempatan
kepada gubernur dan wakilnya. Jadi tenang aja dan fokus pada inti
diskusinya.

Anda sendiri bilang kalau kunci permasalahan kemacetan ini adalah
masalah transportasi publik. Artinya masalah transportasi kan yang
harus diselesaikan. Dan persoalan transportasi itu menyangkut moda
dan infrastrukturnya seperti bus way, bus umum, mobil pribadi, sepeda
motor, angkot, taksi, bajaj serta fasilitas jalannya maupun parkir.

Nah (sekali lagi kalau kita ingin fokus diskusinya) yang dipersoalkan
itu kan kenapa bukan menyelesaikan masalah di sektor transportasinya.
Artinya bagaimana membatasi sarana transportasi itu (terutama mobil
pribadi dan sepeda motor) beroperasi di jalan-jalan DKI.

Benar anda bilang memang bagus pemerintah DKI sudah mengembangkan
busway. Tetapi mana hasilnya? Masyarakat sudah sangat sabar menunggu
busway koridor VII hingga X beroperasi. Bahkan sudah setahun Bung.
Tapi hingga hari ini (saat kita berdiskusi) belum juga beroperasi.
Justru sebagian infrastrukturnya mulai rusak. Belum lagi monorail dan
Subway yang sampai hari ini masih tetap menjadi wacana saja.

Kalau sudah begini siapa yang dirugikan, masyarakat dan negara juga
kan. Sudah kondisi lalu lintasnya semakin macet, negara harus tambah
anggaran untuk perbaikan jalan yang belum jelas peruntukannya.
Nah silahkan saja buat kebijakan. Kalau perlu sekolah dan PNS masuk
pukul 05.30 dan 06.30 sesuka hati gubernurnya. Tapi kita sebagai
masyarakat hanya bertanya apa alasannya dan mana studinya.

Jangan karena niatnya ingin menyelesaikan persoalan kemacetan justru
yang dibahas masalah motivasi anak di sekolah (masuk jam 06.30
membuat anak lebih segar bersekolah). Bahkan yang lebih sinting ada
yang mengaitkan masuk jam 06.30 dengan persoalan spiritual (habis
Shalat Subuh langsung berangkat atau apalah). Ya nggak nyambung dong.

Karena itu, saya cuma sarankan jangan melompat-lompat dari pokok
persoalan. Memang selalu ada alasan untuk mengaitkan dengan persoalan
lain (entah spiritual bagi yang merasa paling mulia di muka bumi ini)
dan motivasi (bagi yang merasa paling pintar dalam belajar). Tapi
sekali lagi seperti yang dikatakan Bung Eric, persoalan utamanya
adalah TRANSPORTASI PUBLIK. Maka bereskan masalah transportasi publik.


Peace.


Emir

--- In [email protected], "Eric Soesilo"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya yakin pemprov dki juga sedang berusaha untuk lebih baik dalam
mengelola kota jakarta ini. Beri mereka kesempatan.
>
> Kunci dari permasalah lalu lintas memang pada transportasi publik.
Tapi kita juga harus jujur bahwa persoalan ini tidak dapat dengan
gampang diselesaikan. Pemerintah sudah dan sedang mengembangkan
busway, suatu langkah awal yg bagus bukan :)
>
> soal aturan masuk sekolah lebih awal ini, ini suatu langkah jangka
pendek saja, pro kontra pasti ada, tapi bukankah sejujurnya tetap ada
manfaatnya ditinjau dari segi pengaturan aktifitas yang akan
membebani kapasitas jalan raya ?
>
> Semua pasti ada yang dikorbankan demi tujuan yang lebih besar.
Sadarkah kerugian waktu dan biaya akibat kemacetan lalu lintas lama2
semakin besar dan mengkhawatirkan ? Sadarkan bahwa waktu para
orangtua bertemu keluarganya menjadi semakin sempit akibat itu
semua ? Sadarkah bahwa konsumsi bbm banyak terbuang karena
kemacetan ? Sadarkah bahwa bbm itu yg disubsidi dengan uang kita
semua ? Yang seharusnya uang itu bisa disalurkan ke hal2 yg jauh
lebih penting, kesehatan dll.
>
> Beri pemprov dki kesempatan untuk berbuat, waktu evaluasi akan
datang juga akhirnya, kritik dan masukan tentunya mereka akan terima,
tapi andai mereka dengar dan lakukan maunya kita semua, bisa jadi
tidak ada yg bisa mereka lakukan karena setiap kebijakan pasti ada
pro dan kontranya.
>
> CMIIW :) peace ya :)
>
> Best Regards,
>
> Eric Soesilo
> [EMAIL PROTECTED]
> YM : ericsoesilo
> PIN : 206f747e

Kirim email ke