Hampir semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki unit kegiatan yang
bergiat dalam paduan suara. Namun, sedikit paduan suara mahasiswa yang
setia dengan kegiatannya, berlatih, berlatih, dan pentas. Salah satu
dari yang sedikit itu adalah Paduan Suara Mahasiswa Universitas
Katolik Parahyangan (PSM Unpar), Bandung.

Untuk menutup kegiatan tahun 2008, PSM Unpar menggelar Konser Natal
bertajuk "Magical Christmas" di Usmar Ismail Concert Hall-Jakarta pada
30 November, serta di Gedung Serba Guna Unpar-Bandung pada 2 Desember 2008

Mengawali pergelaran, Antonius Dody Soetanto, sang konduktor,
menyuguhkan Beata Viscera karya William Byrd, disusul Canite Tuba
(Palestrina); Verbum Caro Factum Est (Hans Leo Hassler); Das Wort ward
Fleisch (Heinrich Schutz), serta Magnificat (Tomasso Albinoni).

Ihwal Magnificat, agaknya menjadi suguhan paling menarik pada sesi
pertama. Diiringi orkes kecil, greget yang disajikan oleh semua
peserta membuat karya komponis Italia (1674-1745) ini terasa hidup dan
amat indah. Bentuk canon yang ada di bagian akhir lagu benar-benar
disajikan amat indah.

"Jazzy"

Seusai jeda, Dody Soetanto masih menyuguhkan beberapa karya
klasik—Quem Pastores Laudavere; Il est né (le divin enfant); Un
flambeau, Jeannette, Isabelle; Shepherd's Pipe Carol—sebelum menutup
pergelaran dengan sejumlah lagu gospel bergaya jazzy seperti And is it
True; Who is The Baby?; I'll Be Home for Christmas; Jazzy Saint Nick;
Winter Wonderland; serta dua lagu imbuhan Walking in the Air (Howard
Blake) serta Merry Christmas Everybody (Noddy Holder and James Lea).

Suguhan terakhir agaknya benar-benar membuat penonton yang kebanyakan
mahasiswa dan anak-anak muda menikmati. Irama jazzy, suasana ceria,
ditingkah tepuk tangan, membuat lagu-lagu gospel ini langsung merasuk
ke kalbu penonton.

Pergelaran PSM yang menyuguhkan suasana segar tidak hanya terjadi satu
dua kali ini. Sesuai dengan semangat anggotanya yang umumnya muda,
unit kegiatan mahasiswa yang didirikan tahun 1962 ini selalu terasa
ceria. Selain itu, unit kegiatan ini membuat suasana pendidikan yang
diemban Unpar menjadi lengkap. Mahasiswa tidak hanya diasah otaknya,
tetapi juga diajak untuk berolah rasa, membentuk harmoni. Dan harmoni
bisa disebut sebagai salah satu tujuan pendidikan yang sudah menjadi
tradisi. Boleh jadi, PSM Unpar menjadi salah satu kegiatan yang
menjadi jiwa Unpar agar selalu setia pada tradisi. (ton)

 

 http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/06/00330388/setia.pada.tradisi

Kirim email ke