Apakah ini masuk dalam wilayah "black-campaign"? Kiranya itu tidak ada sangkut paut dengan pemilu legislatif dan PilPres. Tapi, ini menyangkut kemanusiaan dari sebagian saudara sebangsa, yang dijadikan seolah sebagai "penjual atau pegadai" harta-karun dan komunitas mereka yang tertutup lumpur "kiriman".
Sebagai keluarga dengan harta kekayaan nomor wahid di negeri ini, Pengusaha yang patut diduga paling bertanggung-jawab atas bencana karena kebodohan manusia dalam kasus ini, mestinya terketuk kewajibannya, bila "hukum dan temuan ahli" bolak-balik digunakan untuk melindungi mereka. Tak pantas kita merebut nasi dari piring "kanak-kanak korban Lumpur Lapindo" dan menyerahkannya kepada hewan. Dan berjanji, suatu saat kami akan memberikan sandang, pangan, papan dan masa depan tiga tahun depan atau tiga puluh tahun depan, atau tiga generasi lagi.... karena, tiga tahun mengungsi di negeri sendiri, adalah ceritera tragedi kemanusiaan. Belum menyelesaikannya, kita bermuka tebal pergi berkampanye tentang angka kemiskinan yang ditekan (ato orang miskin yang ditekan???), surplus beras (dan lumpur???) dan BLT sebagai program pemerintah, seolah Program Pemerintah lebih tinggi dari Konstitusi UUD 1945, yang mewajibkan Negara, suka tidak suka, siapa pun presidennya, harus melindungi rakyat... eh... malah.... weleh-weleh... Kiranya, korban Lumpur Lapindo akan melihat lebih baik siapa calon pemimpin negeri ini nantinya. Karena, mereka ingin menemukan Pemimpin yang dapat melakukan kontrak sosial dengan mereka..... � wassalam, ex�toto corde, Berthy B Rahawarin [email protected] � Quo res cumque cadunt, semper stat linea recta. (Apa pun yang terjadi, senantiasa berdiri di garis lurus.) --- On Mon, 3/23/09, firdaus cahyadi <[email protected]> wrote: From: firdaus cahyadi <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pak SBY-Kalla, Berhentilah Beretorika Date: Monday, March 23, 2009, 11:19 AM Pak SBY-Kalla, Berhentilah Beretorika � Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, yang juga sama-sama petinggi partai mengumbar jargon saat kampanye Pemilu 2009 ini. Namun, kemana mereka semua ketika pada hari Kamis (19/3) dini hari, ratusan korban Lapindo yang menuntut haknya diusir aparat dari depan Istana Negara? Pak SBY-Kalla, berhentilah beretorika. Gunakan mata, telinga dan hatimu untuk merasakan penderitaan korban lumpur. � Sumber: http://satudunia. net/?q=content/ pak-sby-kalla- berhentilah- beretorika
