Rp 600.000.- itu satu kambing dong...! kasihan juga Caleg itu,ngak punya modal untuk kampanye,malah ngerampok warung sate,ini kisah nyata buk?
[email protected] http://teukumoedaabadi.blogspot.com --- Pada Sen, 23/3/09, Yuliati Soebeno <[email protected]> menulis: Dari: Yuliati Soebeno <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: masalah sampah sampah bekas lokasi caleg berkampanye. Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 23 Maret, 2009, 7:31 AM Tambah satu lagi: � - kampanye politik walaupun ditempat tertutup, tidak hanya mengotorkan tempat, membuat jalan yang menuju tempat kampanye tersebut menjadi macet total, namun�juga merugikan beberapa penjual makanan penjual kaki lima. Seperti yang baru saja terjadi di Senayan, masak para peserta kampanya dari salah satu partai politik, pada order dan makan sate, tetapi sewaktu ditagih untuk membayar, sama sekali tidak mau membayar makanan yang sudah dihabiskan. Dan apakah rekan-rekan tahu bahwa tukang sate tersebut merugi Rp.600,000?? Penyelenggara kampanye dari partai politik tersebut menolak mengganti rugi pembayaran kepada tukang sate itu. Dan malahan melaporkan tukang sate ke polisi, yang menyedihkan lagi Polisi malahan membawa tukang sate ke kantor polisi untuk di-interogasi. � Apa tukang sate (wong colik) tidak malahan rugi dua kali, jika begitu? Gambaran para peserta partai politik yang sangat arogan dan se-enaknya, akan terlihat nantinya dalam pemerintahan dinegara kita ini. Lha wong belum dapat kedudukan saja sudah menindas rakyat sendiri, malahan merugikan pendapatan kehidupan rakyatnya. Maka sampai sekarangpun selalu terlihat para pemegang pemerintahan yang tidak malahan membela rakyat sendiri, tetapi justru merugikan rakyat kecil. Menghancurkan penghasilan hidup sehari-harinya, dan juga menghancurkan lingkungan kehidupan�disekitarn ya. � Salam, Yuli
