baiklah om Rudyanto, om Adyanto, om Briyanto, om Kristianto, saya masih bingung nih, untuk apa sih DPT diacak-acak begitu dahsyat, apa ada hubungannya dengan kecurangan atau kelicikan yang bisa aja terjadi dalam upaya pemenangan pemilu, siapa sih sebenarnya aktor intelektual yang sangat sophisticated itu ? apa kita perlu kasih penghargaan dalam buku guiness record. kan tidak mungkin acak-acakan itu terjadi disemua daerah, merata seperti kalau kita menabur angin. apa itu bukan kebijakan yang terencana dan sentralistik om ? tapi sekali lagi, untuk apa hal itu dilakukan ? apa hubungannya dengan penghitungan cepat, apa hubungannya mungkin sebagai upaya canggih untuk memecah basis-basis daerah pemilihan pendukung parpol saingan ? kan selama ini jajak pendapat yang sudah dilakukan berkali-kali sebelum pemilu dari lembaga-lembaga survey yang merangkap konsultan parpol, sudah memetakan secara rinci , dimana saja basis dukungan parpol saingan, wah makin ribet nih, apalagi semua enggak ngaku siapa yang membuat DPT itu, hehehehe, jangan-jangan aplikasi modern dari teori snouck hurgronye ternyata masih relevan untuk digunakan, dasar mental penjajah. tadi pagi sudah ada gempa bumi lagi nih, didekat sulawesi utara (apa hubungannya dengan pemilu ?, tanya om manargan, hehehehe) apa bangsa ini sudah tidur lelap ya, apa sudah capek berjuang untuk mencari kebenaran apa sudah capek berjuang untuk membongkar kebohongan, saya juga tidak bersih-bersih amat sebagai manusia om, tapi kalau ada bayangan kecurangan dan kelicikan dalam pemilu, ya , saya juga enggak bisa terima bos. salambambangsulistomo
2009/4/11 rudyanto_nebeng <[email protected]> > > > Rekan-Rekan FPK, > > Saya juga termasuk yang tidak tercantum dalam DPT walaupun sebenarnya sudah > mendaftar melalui Town Management (berhubung di tempat saya tidak ada ketua > RT atau ketua RW). > > Pada awal bulan April saya mencoba melacak ke Town Management untuk > mengetahui mengapa nama saya tidak terdaftar. Ternyata jawabannya cukup > mengejutkan. Town Management sudah mendaftarkan nama saya dan istri ke KPU > tetapi ketika DPT keluar, nama saya dan istri tetap tidak tercantum. Ada > ratusan orang lain pula yang tidak tercantum. Penyebabnya tidak jelas tapi > salah satunya adanya keluhan dari petugas KPU (atau KPPS?) bahwa honor > mereka belum dibayar. Apakah ini termasuk manajemen yang buruk? > > Pada hari pemilihan saya tetap datang dan mencoba mencari nama saya dan > istri dan memang tidak ditemukan. Anehnya data pemilih pada satu cluster > perumahan bisa tersebar ke beberapa TPS. > > Saya hanya bisa berharap bahwa pada pilpres mendatang, nama saya sudah > tercantum dalam DPT. Semoga ada petugas KPU yang membaca email ini dan > memperbaiki kinerja KPU. > > Best Regards, > Rudyanto > Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng!
