Rekan-Rekan FPK,

Bagi saya, nama saya yang tidak tercantum dalam DPT Pileg sudah terjadi dan 
saya terus terang tidak mau repot-repot mengurus agar ada pemilu susulan bagi 
saya.

Bagi saya yang penting saat ini adalah nama saya terdaftar dalam DPT Pilpres. 
Saya kira DPT Pilpres inilah yang perlu dikontrol. Kalau nama saya kembali 
tidak tercantum, barulah saya berpikir ini KESENGAJAAN.

Yang ingin saya kritisi adalah tahapan penentuan DPT Pilpres yaitu: DPS (Daftar 
Pemilih Sementara) Pilpres adalah DPT Pileg. Artinya kalau dalam DPT Pilpres, 
nama saya kembali tidak tercantum, saya tidak punya kesempatan lagi untuk 
daftar. Seharusnya ada tahapan DPS Pilpres tersendiri (jangan langsung ambil 
DPT Pileg), agar orang-orang seperti saya yang kehilangan hak suara pada Pileg, 
masih bisa melakukan kontrol kalau-kalau nama kami kembali tidak tercantum.

Best Regards,
Rudyanto
Salam Golput Administratif

--- In [email protected], Bambang Sulistomo 
<pembebasan.bsulist...@...> wrote:
>
> baiklah om Rudyanto, om Adyanto, om  Briyanto, om Kristianto,
> saya masih bingung nih,
> untuk apa sih DPT diacak-acak begitu dahsyat,
> apa ada hubungannya dengan kecurangan atau kelicikan
> yang bisa aja terjadi dalam upaya pemenangan pemilu,
> siapa sih sebenarnya aktor intelektual yang sangat sophisticated itu ?
> apa kita perlu kasih penghargaan dalam buku guiness record.
> kan tidak mungkin acak-acakan itu terjadi disemua daerah,
> merata seperti kalau kita menabur angin.
> apa itu bukan kebijakan yang terencana dan sentralistik om ?
> tapi sekali lagi, untuk apa hal itu dilakukan ?
> apa hubungannya dengan penghitungan cepat,
> apa hubungannya mungkin sebagai upaya canggih
> untuk memecah basis-basis daerah pemilihan pendukung parpol saingan ?
> kan selama ini jajak pendapat yang sudah dilakukan berkali-kali sebelum
> pemilu
> dari lembaga-lembaga survey yang merangkap konsultan parpol,
> sudah memetakan secara rinci , dimana saja basis dukungan parpol saingan,
> wah makin ribet nih,
> apalagi semua enggak ngaku siapa yang membuat DPT itu, hehehehe,
> jangan-jangan  aplikasi modern dari teori snouck hurgronye
> ternyata masih relevan untuk digunakan, dasar mental penjajah.
> tadi pagi sudah ada gempa bumi lagi nih, didekat sulawesi utara
> (apa hubungannya dengan pemilu ?, tanya om manargan, hehehehe)
> apa bangsa ini sudah tidur lelap ya,
> apa sudah capek berjuang untuk mencari kebenaran
> apa sudah capek berjuang untuk membongkar kebohongan,
> saya juga tidak bersih-bersih amat sebagai manusia om,
> tapi kalau ada bayangan kecurangan dan kelicikan dalam pemilu,
> ya , saya juga enggak bisa terima bos.
> salambambangsulistomo

Kirim email ke