Beberapa tahun yang lalu majalah Newsweek pernah menurunkan laporan utama yang 
membahas berbagai tempat terburuk di dunia untuk menjadi atau melakukan 
sesuatu. Di dalam laporan yang berjudul (kalau saya tak salah ingat) "The Worst 
Places in The World" itu, misalnya, dibahas tempat mana yang paling buruk untuk 
melakukan investasi, untuk membesarkan anak, untuk hidup sehat, dsb.

Indonesia mendapat "kehormatan" sebagai "the worst place in the world to be a 
president". Newsweek menguraikan secara panjang lebar betapa konyolnya menjadi 
presiden di Indonesia: hak-hak presiden banyak yang dipasung, dan dalam 
mengambil keputusan yang remeh sekali pun dia harus mendapat persetujuan DPR.

Kisruh DPT dalam pemilu legislatif 9 April 2009 yang lalu, sekali lagi, telah 
membuktikan apa yang disinyalir oleh majalah Newsweek tersebut: Presiden harus 
dipersalahkan atas suatu hal yang lebih banyak diputuskan oleh partai-partai di 
DPR.

Ngeri 'kali bah!

Mula Harahap




marnagan2003:

Bung Adyanto, kalau Presiden harus langsung turun tangan untuk mengatasi setiap 
masalah yang timbul untuk apa ada Kejagung, untuk apa ada KPU yang nota bene 
diangkat oleh DPR bukan oleh Presiden?


Kirim email ke