Dari milis tetangga:
Tulisan Revrisond di harian Kedaulatan Rakyat menyebut bahwa sebagian besar pelajaran ekonomi yang diajarkan di Indonesia adalah ilmu ekonomi liberal. Apa betul ? Betul, kata Dr. Kodrat Wibowo dai Universita Pajajaran (bukan Drajat Wibowo). Hal itu benar. Semua dosen, mahasiswa dan praktisi ekonomi di Indonesia itu 99, 9 persen ilmunya adalah ilmu ekonomi liberal , termasuk neo-liberal. Lha semua text-booknya kan dari sono? Lho, mengapa bukan diajarkan ekonomi kerakyatan Mas? Ekonomi kerakyatan itu secara akademik belum merupakan ilmu, tetapi pemikiran yang sepotong-sepotong. Jadi tidak ada textbook ekonomi kerakyatan. Itu baru jargon politik, belum bisa diajarkan di universitas. Lah, kalau begitu kenapa cuma Boediono yang dituding neolib ya? Kan semua ekonom Indonesia itu otaknya neolib atau lib yang ori. Kok jadi serem, kalau disebut neolib buru-buru geleng -geleng kepala atau tangannya goyamg-goyang. Malah ada yang kepalanya langsung ditutupi sarung sambil baca ayat-ayat. Padahal temennya yang neolib buaaanyak sekuali. pengalamannya: Ketika saya datng di Inggris tahun 1974, perdana menteri di sana adalah Harorld Wilson. Dia adalah tokoh moderat dari Partai Buruh yang yakin pada mujarabnya welfare economy. Sementara itu teman-temannya yang dari sayap kiri partai iyu sangat bernafsu untuk mendorong Inggris ke dalam sistem ekonomi yang lebih sosilistik.Pemogokan sering terjadi, menuntut ini, menuntut itu. Bahkan Michael Foot menyerukan agar buruh bekerja tiga hari saja dalam seminggu. Ekonmi Inggris limbung.Konsep ekonomi sosialis susah berjalan. Koperasi besar setengah BUMN yang disebut Co-op tidak bisa perform seperti teorinya. Begitu juga BUMN-BUMN lain. Inefisiensi menggerogoti ekonomi negara. Di pihak lain Keith Joseph dari partai konservatif membuat gagasan tandingan dengan merenovasi konsep neolib. Gagasan ini dicanangkan oleh Margaret Tatcher sebagai sarana untuk merebut kekuasaan dari Partai Buruh pada tahun 1979. Ketika Tatcher naik tahta, ekonomi negara terlanjur sempoyongan sampai-sampai Argentina berani merebut Falkland (Malvinas). Cepat -cepat dia pangkas semua sumber pemborosan dan inefisiensi.Termasuk Natonal Water Council yang baru dibentuk tahun 1974 dia bubarkan.Dia jalankan konsep neolib, dan partai konservatif bertahan sampai tahun 1997. Tahun 1997 rakyat Inggris balik lagi ke Partai Buruh, tetapi Partai Buruh sendiri sudah tidak sama dengan jamannya Michael Foot atau Tony Benn. Bagaimanakah nasib buruh di Inggris sekarang ? Saya pernah tiga hari nongkrong di pabrik traktor Massey Ferguson dan melihat bahwa yang namanya buruh itu ya sama saja dengan yang di Tangerang atau Karawang. --- In [email protected], "binny buchori" <bbuch...@...> wrote: > > Saya sering heran dengan argumen yang diajukan mas Faisal Basri. Heran > karena mas Faisal selalu menghindari diskusi atau perdebatan yang menyentuh > jantung persoalan yaitu prinsip dasar dan ideologi. Neolib jelas > bertentangan dengan ekonomi kerakyatan. Mahzab neolib efisiensi, sehingga > pendidikan murah atau terjangkau tidak efisien, karena pemborosan APBN. BUMN > juga tidak efisien karena lagi-lagi pemborosan, Neolib akan membuat APBN > ketat, sehinggal belanja sosial super mini. Ekonomi kerakyatan percaya bahwa > pendidikan perlu murah atau terjangkau, APBN lebih banyak untuk belanja > sosial atau belanja modal, BUMN perlu. > > Point kedua dalam komentar mas Faisal ini juga menarik. Ada pertarungan > mahzab, ya tentu saja, apa salahnya? Perdebatan antara tim ekonomi capres > hal yang amat menarik, mari dilaksanakan. Saya yakin tim ekonomi ketiga > capres dengan suka cita akan bertarung gagasan dan ide, dan bukan bertarung > pribadi. Mas Faisal nampaknya mengartikan bahwa perbedaan mahzab itu identik > dengan berantem secara pribadi... nggak lah yow.... Jadi mas Agus, coba > usulkan ke KOMPAS supaya mensponsori debat tim ekonomi ketiga capres... > salam, binny
