Siaran Pers Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo, 5 Juni 2009

Korban Lapindo Mencari Capres Pro Keselamatan Rakyat

Kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) merupakan momentum penting yang 
digunakan korban Lapindo berupaya tidak kenal lelah dan pantang surut. 
Mereka berharap presiden dan wakil presiden terpilih memprioritaskan 
pemulihan keselamatan warga. Karenanya, di Hari Lingkungan Hidup 
(05/06), anak-anak korban Lapindo berusaha bertemu Capres Megawati 
Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sudah lebih tiga tahun semburan lumpur Lapindo. Badan Perencanaan 
Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat setidaknya 28 sekolah Taman 
Kanak-kanak (TK), 33 sekolah non TK, dan dua pondok pesantren rusak 
akibat lumpur yang tak tertangani hingga kini. Bahkan ada 18 desa sama 
sekali tak diurus, tak masuk dalam peta terdampak versi Perpres No 
14/2007 dan Perpres 48/2008. Padahal sebagian rumah disana mengalami 
berbagai kerusakan, mulai retak-retak akibat amblesan tanah, munculnya 
gas liar berbahaya. Air bersih juga sulit di dapat sehingga membuat 
tambak dan lahan pertanian kesulitan air. Panen yang semula dilakukan 
tiga kali pertahun, menyusut menjadi sekali setahun.

Sejak Akhir Mei 2009, sepuluh anak korban Lapindo datang ke Jakarta, 
menyerahkan ratusan surat-surat kaum muda dan anak-anak korban Lapindo 
kepada para Capres. Mereka hanya ingin meminta para calon presiden dan 
calon wakil presiden menunjukkan kepekaan dan keberpihakan sejati 
terhadap martabat korban sebagai warganegara RI, yang terus merosot 
akibat absennya kesungguhan pengurus Negara, sejak pertama kali semburan 
lumpur Lapindo terjadi, hingga kini.

Segala upaya telah dilakukan korban Lapindo. Dari melakukan unjuk rasa 
di depan Istana Negara mengemis perhatian Presiden dan Wakil Presiden, 
hingga upaya hukum kelompok masyarakat sipil di pengadilan. Sayangnya, 
rasa keadilan di negeri ini makin jauh dijangkau rakyat yang berhadapan 
dengan korporasi tambang skala besar, yang mendapat dukungan penuh 
penguasa. Kalah, kalah dan kalah adalah kata yang terpateri di benak 
warga korban setiap melakukan upaya menuntut hak mereka kepada Negara.

Tapi pikiran tersebut tak pernah menyurutkan seinci pun langkah dan 
upaya mereka. Warga korban Lapindo terus mendesak para pejabat pengurus 
kemaslahatan publik agar peduli lalu bersikap, serta mengambil kebijakan 
yang memihak pemulihan keselamatan mereka.

“Kami sama sekali tidak mengharapkan janji-janji solusi semburan lumpur, 
atau iming-iming janji surga tentang ganti rugi. Kami hanya ingin Capres 
yang berpihak terhadap keselamatan kami ke depan,” ujar Saiful anak muda 
dari desa Reno Kenongo. Kampung halaman Saiful ditenggelamkan lumpur 
Lapindo.
Setelah dua tahun lebih mengungsi di Pasar Baru Porong, bersama seratus 
keluarga lainnya ia terpaksa pindah ke sebidang kebun Tebu di Kedung 
Kampil, tanpa persiapan dan fasiltas sanitasi memadai. “Tak ada arahan 
dan dukungan sedikitpun dari pemerintah setempat,” tambahnya.

Calon Presiden yang berpihak pada keselamatan rakyat diharap mampu 
menyelesaikan masalah kesulitan mata pencaharian, akses pendidikan dan 
kesehatan yang dialami korban Lapindo, sejak tiga tahun lalu. ÒKami akan 
menanyakan, langkah nyata apa yang akan dilakuan para Capres menangani 
kasus Lapindo, yang berbeda dengan langkah pemerintahan sebelumnya,Õ 
ujar Fahmi, korban Lapindo dari desa Jati rejo.

Gerakan Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo
Jatam, Kontras, Kiara, Walhi, Satu Dunia, LBH Masyarakat, GMLL, UPC, 
Imparsial, YLBHI, ICEL, UPLINK, Institut Hijau Indonesia, KAU, Lapi 
Budaya, SAKSI, Solidaritas Perempuan, HRWG, Serikat Hijau Indonesia.

Kontak : Luluk Uliyah, JATAM, Hp 0815 9480 246, Firdaus Cahyadi, 
SatuDunia Hp. 0815 132 75 698

====================================
Dukung perluasan informasi dan kemudahan akses informasi, khususnya 
warga di lokasi-lokasi terpencil yang terancam industri tambang, juga 
pubik secara umum. Dukung WE ARE CONNECTED

Kunjungi terus website JATAM di www.jatam.org agar anda menjadi yang 
pertama yang mengetahui informasi terkait daya rusak pertambangan. Dan 
apabila anda ingin mendapatkan informasi terbaru dari website JATAM 
secara berkala, daftarkan segera email anda di JATAM RSS yang ada di 
website JATAM www.jatam.org
===================================



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke