Siaran Pers Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo – 5 Juni 2009

Capres SBY Abaikan Aspirasi Korban Lapindo

Sejak Akhir Mei 2009, sepuluh anak korban Lapindo datang ke Jakarta, 
bermaksud menyerahkan ratusan surat-surat kaum muda dan anak-anak korban 
Lapindo kepada para Capres. Mereka hanya ingin meminta para calon 
presiden dan calon wakil presiden menunjukkan kepekaan dan keberpihakan 
sejati terhadap martabat korban sebagai warganegara RI, yang terus 
merosot akibat absennya kesungguhan dan keseriusan pengurus Negara, 
sejak pertama kali semburan lumpur Lapindo terjadi, hingga kini. Oleh
karenanya, hari ini (05/06), anak-anak korban Lapindo berusaha menemui 
Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sayangnya SBY mengabaikan 
aspirasi korban, Ia tak bersedia menemui mereka.

"Kehadiran Kami di Jakarta memberikan pesan untuk para Pemilih 2009, 
yang akan memilih Capres SBY. Jika pada sisa masa jabatannya sebagai 
Presiden, ia tak memiliki langkah nyata yang berpihak terhadap 
keselematan korban Lapindo. Pak SBY tak layak memimpin Indonesia ke 
depan,' ungkap Fahmi, pemuda korban Lapindo dari Jati Rejo.

Dalam pekan ini anak muda korban Lapindo telah menyampaikan aspirasi dan 
menyerahkan surat anak korban Lapindo kepada Capres Jusuf Kalla (3/6) 
dan Megawati Soekarno Putri (5/6). Mereka juga bermaksud menyampaikan 
aspirasinya kepada SBY pada Jum'at (5/6) jam 14.00 Wib. Namun ironisnya, 
tak seperti Capres lainnya, SBY nampaknya enggan bertemu dengan 
anak-anak korban Lapindo.

Sudah tiga tahun lumpur Lapindo menenggelamkan rumah, tanah dan harapan 
warga Porong Sidoarjo. Sudah tiga tahun pula warga Porong dipaksa 
menghirup udara yang telah tercemar. Dalam waktu tiga tahun pula warga 
harus membeli air bersih, karena air tanah sudah tidak dapat dikonsumsi 
lagi.

Segala upaya telah dilakukan korban Lapindo. Dari melakukan unjuk rasa 
di depan Istana Negara mengemis perhatian Presiden dan Wakil Presiden, 
hingga upaya hukum kelompok masyarakat sipil di pengadilan. Sayangnya, 
rasa keadilan di negeri ini makin jauh dijangkau rakyat yang berhadapan 
dengan korporasi tambang skala besar, yang mendapat dukungan penuh penguasa.

Pemerintah SBY-JK merespon kecelakaan industri tambang tersebut dengan 
mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 14 Tahun 2007 dan Perpres 
No 48 tahun 2008. Perpres tersebut secara legal telah mengabaikan 
persoalan dampak kesehatan, lingkungan hidup dan sosial lainnya.

Sudah lebih tiga tahun semburan lumpur Lapindo. Bappenas mencatat 
setidaknya 28 sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 33 sekolah non TK, dan dua 
pondok pesantren rusak akibat lumpur yang tak tertangani hingga kini. 
Bahkan ada 18 desa sama sekali tak diurus, dianggap tak masuk dalam peta 
terdampak versi Peraturan Presiden No 14/2007 dan Perpres 48/2008. 
Padahal sebagian rumah disana mengalami berbagai kerusakan, mulai 
retak-retak akibat amblesan tanah, munculnya gas liar berbahaya (bubble 
gas). Air bersih juga sulit di dapat sehingga membuat tambak dan lahan 
pertanian kesulitan air. Panen yang semula dilakukan tiga kali pertahun, 
menyusut menjadi sekali setahun. Sementara korban Lapindo menderita, 
keluarga Bakrie, pihak yang nyata harus bertanggungjawab atas bencana 
industrial lumpur Lapindo, agaknya tidak pernah terganggu tidur 
siangnya, bahkan dapat dengan tenang menyelenggarakan pesta perkawinan 
keluarganya yang supermewah tahun lalu.

Gerakan Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan Korban Lumpur Lapindo

Jatam, Kontras, Kiara, Walhi, Satu Dunia, LBH Masyarakat, GMLL, UPC, 
Imparsial, YLBHI, ICEL, UPLINK, Institut Hijau Indonesia, KAU, Lapi 
Budaya, SAKSI, Solidaritas Perempuan, HRWG, Serikat Hijau Indonesia.

Kontak : Luluk Uliyah, JATAM, Hp 0815 9480 246, Firdaus Cahyadi, 
SatuDunia Hp. 0815 132 75 698

====================================
Dukung perluasan informasi dan kemudahan akses informasi, khususnya 
warga di lokasi-lokasi terpencil yang terancam industri tambang, juga 
pubik secara umum. Dukung WE ARE CONNECTED

Kunjungi terus website JATAM di www.jatam.org agar anda menjadi yang 
pertama yang mengetahui informasi terkait daya rusak pertambangan. Dan 
apabila anda ingin mendapatkan informasi terbaru dari website JATAM 
secara berkala, daftarkan segera email anda di JATAM RSS yang ada di 
website JATAM www.jatam.org
===================================


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke