Pengamat: Ekonomi Jalan Tengah Berpihak Rakyat Kecil

DHONI SETIAWAN

Jumat, 5 Juni 2009 | 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi Pande Raja Silalahi menilai program 
ekonomi yang telah dan akan dijalankan capres Susilo Bambang Yudhoyono sudah 
berpihak kepada rakyat kecil yang tertinggal selama ini.

"Yang beliau sampaikan sebagai ekonomi jalan tengah adalah ekonomi yang 
berpihak terhadap rakyat yang tertinggal, miskin, dan menganggur, dan itu sudah 
dijalankan SBY selama ini meski belum memuaskan semua pihak," kata Pande di 
Jakarta, Jumat (5/6).

Menurut Pande, UUD 1945 pada Pasal 33 menyebutkan bahwa pemerintah harus 
melakukan intervensi terhadap kondisi perekonomian yang dijalankan melalui 
mekanisme pasar.

Intervensi yang harus dilakukan pemerintah, lanjutnya, adalah untuk 
mengupayakan peningkatan kesejahteraan rakyat secara meluas dengan keberpihakan 
terhadap masyarakat yang tertinggal.

"Intervensinya harus memihak yang tertinggal sehingga tercipta keseimbangan. 
Jangan masyarakat miskin dibiarkan jalan sendiri. Harus ada harmoni tanpa 
menghalangi langkah masyarakat yang sudah maju," katanya.

Berbagai program pro rakyat yang dilakukan SBY selama ini seperti subsidi 
pupuk, bantuan operasional sekolah (BOS), pemberian bantuan langsung tunai 
(BLT), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), dan beras untuk rakyat miskin 
merupakan cerminan kebijakan ekonomi yang berpihak itu. "Tetapi memang belum 
memuaskan semua pihak, terutama untuk percepatannya," kata ekonom dari CSIS itu.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Partai Demokrat Darwin Saleh menjelaskan 
bahwa program ekonomi jalan tengah yang berkeadilan sosial adalah program 
ekonomi yang mementingkan keadilan bagi rakyat.

Darwin mencontohkan, jika APBN pemerintah terbatas maka pemerintah akan lebih 
mengutamakan anggaran untuk kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat, sementara 
dana untuk sektor industri akan diperhitungkan belakangan. "Kalau harus 
memilih, pemerintah akan utamakan anggaran yang langsung bermanfaat bagi 
rakyat, dengan tetap mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yang 
berguna bagi pemerataan dan keadilan," kata staf ahli Dekan Fakultas Ekonomi 
Universitas Indonesia itu.

Menurutnya, sistem ekonomi pasar tidak bisa menyelesaikan problem ekonomi yang 
ada di suatu negara sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk 
menyelesaikannya. "Pemerintah harus campur tangan untuk menciptakan pertumbuhan 
ekonomi yang berkeadilan dan berkualitas," katanya.

Mengenai masih banyaknya undang-undang dan peraturan di Indonesia yang masih 
pro pasar, Darwin mengakuinya dan diharapkan bisa segera diubah pada 
pemerintahan mendatang jika SBY kembali memimpin. "Ingatkan saja kami untuk 
mengoreksi undang-undang itu jika SBY menang," katanya.






--- In [email protected], "Lil" <badainyasa...@...> wrote:
>
> Bung...saya tambah bingung ya....terus ekonomi jalan tenganh maksudnya apa? 
> kirain bisa dapet penjelasan eh ternyata pertanyaan juga...mungkin ekonomi 
> jalan tengah adalah ekonomi yang bisa membuat senang semua pihak.....Bisakah? 
> kalo bisa silahkan Lamjutkan?
>

Kirim email ke