saya cukup sependapat dengan pendapat anda mas Didi.

ekonomi jalan tengah ini bisa dibilang ikut menjaga stabilitas negara dan tetap 
menimbulkan kepercayaan luar terhadap bangsa kita..
ketika kita semerta2 menasionalisasi perusahaan asing (katakan ekstrim seperti 
itu), atau memperketat gerak asing di Indonesai bisa2 mereka kabur dan tidak 
berinvestasi lagi di sini....perusahaan mereka gulung tikar atau kabur, 
perusahaan tutup, dan akan timbul pengangguran semakin banyak!!!
efek domino inilah yg juga hrus kita perhatikan..


SBY juga sempat mengatakan kalau sistem ekonomi jalan tengah yang diusung 
dirinya adalah ekonomi terbuka yang
berkeadilan sosial. Artinya sebuah sistem yang tidak menganut
kapitalisme fundamental maupun ekonomi komando. sebuah keputusan bijaksana 
menurut saya karena untuk menghindari efek domino yang saya sebut di atas tadi..

saya juga tidak menyalahkan pihak2 lain dengan sistem ekonomi yang mereka 
rancang, tapi alangkah lebih baik kalau sistem yg terjadi adalah 
berkesinambungan.....terlepas dari siaapun Presiden kita nanti..

Indonesia akan bisa maju ketika serah terima jabatn disertai dengan serah 
terima program, jadi semua akan berjalan baik dan sistematis..

Maju Indonesia-ku!!!

salam




________________________________
From: didi_ambar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 9, 2009 10:19:42 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: SBY :  Ekonomi jalan Tengah





Didi Says :
Menurut saya, "Menu" baru dari pa SBY-Boediono ini merupakan pilihan yang 
tepat, lebih realistis dan tinggal disempurnakan saja!!

Bukan untuk menandingi (Ekonomi Kerakyatan dari Mega-Prabowo) , tapi lebih 
untuk menyandingi. Semua sistem ekonomi yang kita kenal sekarang ini ada 
plus-minusnya, tinggal bgmn kita pilih mana yang lebih realistis dan tepat 
dengan kondisi Indonesia saat ini.

Menurut saya, dari dahulu Indonesia menganut paham ekonomi Panca Sila yakni 
paham ekonomi Liberal yang disinergikan dengan ekonomi kerakyatan. Indonesia 
bukan penganut paham Ekonomi Liberal Ekstrim seperti Amerika Serikat, tapi juga 
bukan penganut Ekonomi Kerakyatan Ekstrim yang dianut negara2 Sosialis seperti 
Korea Utara atau Kuba. Kita selalu berada DIANTARA mahzab itu dan ini yang 
seperti dianut RRC sekarang ini. 

Lihat saja RRC sejak meninggalkan ekonomi Kerakyatan Ekstrim dan membuka pintu 
masuk nya asing, negara nya berkembang pesat dan rakyat nya makmur. Bandingkan 
dahulu saat RRC menutup masuk nya modal asing dan menganut Ekonomi Kerakyatan 
Ekstrim, Rakyat nya amat sangat miskin. 

Kita tidak mau jadi negara Sosialis dengan Ekonomi Kerakyatan tertutup yang 
merupakan paham nya Marxis, ataupun jadi negara Liberal ekstrim, Kapitalisme 
absolut seperti Amerika.

Program ekonomi jalan tengah  adalah program ekonomi yang justru mementingkan 
keadilan bagi rakyat.

Contohnya kecilnya saja, APBN pemerintah yang terbatas diutamakan untuk 
anggaran kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. Pemerintah dalam hal ini 
lebih mengutamakan anggaran yang langsung bermanfaat bagi rakyat, dengan tetap 
mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yang berguna bagi pemerataan 
dan keadilan.

So, menurut saya Ya Lanjutkan saja!!!


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke