JAKARTA, KOMPAS - Psikolog terkemuka dari Universitas Indonesia, Sartono Mukadis (64), yang meninggal Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 menurut rencana akan dimakamkan Sabtu ini di Tempat Pemakaman Umum Karet, Jakarta. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Pinang, Kalijati, Nomor 16, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Almarhum yang dilahirkan di Jakarta pada 20 Desember 1945 meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Putri sulung Sartono Mukadis, Pitu Layang, mengatakan, Jumat pagi orangtuanya mengeluh kedinginan, tubuhnya menggigil, dan badannya pegal-pegal. "Bapak kemudian dibawa ke UGD Rumah Sakit Fatmawati. Tak lama kemudian, Bapak pergi untuk selamanya," kata Pitu. Kondisi fisik Sartono Mukadis, atau sering dipanggil Pak Ton, sejak 10 tahun terakhir diakui menurun menyusul penyakit diabetes yang dideteksi sejak tahun 1991. Tiga tahun kemudian, pengamat sosial dan sumber daya manusia (SDM), serta pendiri Persodata, konsultan SDM ini harus rela kehilangan kaki kirinya. Meski berada di kursi roda, Sartono Mukadis tetap memiliki semangat tinggi untuk menulis di media massa, mengasuh rubrik psikologi, menyampaikan pendapat-pendapat kritis serta menghadiri sejumlah seminar. Bahkan, Sartono aktif mengajar di almamater dan perguruan tinggi lainnya. "Kami banyak belajar dari Bapak, termasuk soal semangat," kata Pitu. Menurut dia, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka Sabtu ini sekitar pukul 08.00 menuju tempat pemakaman. Selamat jalan Pak Ton. Innalillahi wa inna illaihi rojiun. (NAL) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/13/03413684/sartono.mukadis.dimakamkan.hari.ini
