Kau bicara melantur gak karuan,saya menanggapi masalah judul di atas,bukan
masalah ganyang mengganyang. Kalau kau bilang kualitas pendidikan kita rendah
kenyatan nya mahasiswa kedokteran mereka banyak yg belajar di sini.
Salah satu yg bikin Malaysia maju dan
kaya itu tempat judi di Genting Highland,kau tengoklah ke sana.Ada 4-5 arena
judi masing2 hampir seluas lapangan bola.Setiap hari 24 jam penuh
sesak,kebanyakan turis asing,ada jg warga kita yg buang duit di sana.Malaysia
itu kecil,banyak cara buat jadi kaya dan maju.Devisa dari kekayaan alamnya
mungkin kalah besar dg hasil judi nya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: Lisman Manurung <[email protected]>
Date: Sat, 13 Jun 2009 16:40:03
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Wuih... Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan
Kita
Jika kita masih terus berkubang dengan perpolitikan dan birokrasi yang korup,
maka ribuan kantung-kantung birokrat dan politisi akan menjadi semacam kantung
yang tidak ada habis-habisnya untuk diisi. Akibatnya negara kita tidak punya
uang untuk membangun sarana pendidikan yang baik, menggaji guru dengan layak
serta jeleknya akan terus membiarkan penyakit korupsi meraja-lela. Pendidikan
yang buruk akan membuat tidak adanya ahli yang berdisiplin tinggi, dan kemudian
birokrat akan terus lemah karena tidak dapat memusatkan perhatian kepada
pekerjaan. PNSnya Malaysia tidak ingin memperpanjang masa pensiun, karena
pensiun mereka adalah terima kasih kerajaan atas pengabdian mereka: cukup
bahkan berlebih. PNS kita dihantui masa pensiun yang menderita, dan memang,
akibatnya PNS harus berusaha korupsi asal jangan ketahuan. Akhirnya kita
tertinggal dari Malaysia secara iptek.
Gagalnya kita memberdayakan pendidikan kita, telah dimanfaatkan Malaysia dengan
menarik ribuan pengajar dari RI seusai reformasi. Dengan gaji yang layak,
perguruan tinggi mereka dibangun oleh ribuan dosen Indonesia yang memilih
bekerja di Malaysia. Hasilnya ialah pengembangan iptek mereka di sana, yang
jauh lebih baik dari sistem pendidikan kita sekarang ini.
Bahkan sekarang ini, mereka dengan enteng memberikan kemudahan bagi warga kita
untuk mencapai doktor, dengan biaya yang murah lagi. Jangan terburu-buru bahwa
biaya murah itu tidak menyimpan agenda untuk kepentingan mereka!. Perguruan
tinggi Malaysia menggunakan standar kualitas yang tinggi untuk peserta program
doktor dari Indonesia. Mereka menggenjot para kandidat untuk membuat penelitian
yang bersih, bermutu dan bertanggung-jawab. Untuk apa? Untuk memperoleh
informasi yang berkualitas tinggi dari penelitian-penelitian itu. Dengan
begitu, para guru besar di sana adalah ahli-ahli mengenai Indonesia. Alasannya
apa? Alasannya simpel. Mereka meneruskan keyakinan dari zaman batu: Knowledge
is power.
Jadi, jika tidak ingin lalah dengan Malaysia, maka perbaiki situasi mu agar
mampu menyiapkan diri untuk unggul di peperangan. Jangan lupa, untuk menjaga
ketenteraman ASEAN 2015 maka Indonesia harus lebih unggul, baik dari segi
senjata maupun SDM. Dan untuk lebih unggul, maka pemerintahan 2009-2014 harus
mengutamakan pemberantasan korupsi, yang harus seiringan dengan dengan
perbaikan kinerja birokrat dan pendidikan nasional.
Kutanyalah dulu kau! Sedihkah pihak-pihak yang berpotensi konflik dengan RI
mendengar kisah berjatuhannya pesawat TNI yang menewaskan perwira-perwira
terbaik itu?
Itu dululah, daripada sibuk mengumpulkan sukarelawan untuk mengganyang
Malaysia! Jangan-jangan sukarelawan yang akan diseludupkan ke sana akan
ditangkapi tetapi kemudian oleh mereka dibikin sehat-sehat, (seperti langkah
mereka mengupah TKI kita), yang lantas kemudian dikirim pulang lagi ke sini ...
------------------------------------
=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :
1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ ,
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/