mBak Yuliati Soebeno, Yang saya khawatirkan adalah kalau ada persepsi masyarakat yang keliru terhadap pernyataan SBY tersebut. Kalau saya mengikuti komentar dari para pendukung SBY di milis - milis tetangga, kelihatannya mereka sangat mendukung pernyataan SBY tersebut dan menilai tanggapan dari pihak JK - Wiranto dan Megawati - Prabowo yang membantah keterlibatan mereka terhadap semua kekacauan tersebut sesuai yang dituduhkan oleh SBY terlalu mengada - ada. SBY melalui Dinas Intelijen Negara sudah memiliki bukti kuat bahwa mereka telah terlibat atas semua kekacauan ini akibat tidak bisa menerima kekalahan dalam Pilpres 8 Juli 2009 yang lalu. Waduh, ini kan persepsi yang sangat berbahaya. Kalau sampai ada yang menterjemahkan bahwa akibat ketidak berdayaan aparat keamanan kita mengatasi semua kekacauan yang telah dilaporkan oleh Dinas Intelijen Negara hingga SBY telah meminta kepada para pendukungnya untuk "mewaspadai" gerak - gerik para pendukung pasangan JK - Wiranto dan Megawati - Prabowo, maka hal ini akan sangat berpotensi menimbulkan konflik horisontal diantara masyarakat. Sebaiknya SBY tidak menambah buruk situasi politik yang memang sedang memanas ini. Kita berikan kesempatan kepada aparat keamanan kita untuk mengungkapkan siapa dalang dari teror bom ini. Jangan bebani mereka untuk mengarahkan kecurigaan atas keterlibatan pasangan JK - Wiranto dan Megawati Prabowo atas semua kekacauan ini. Informasi terakhir dari Kapolri adalah spesifikasi bom yang digunakan mirip dengan spesifikasi yang digunakan oleh Teroris Bom Bali dan yang telah ditemukan dirumah mertua Nurdin M Top di Cilacap beberapa hari yang lalu. Para pengamat teror lainnya menyatakan bahwa sangat sulit bagi pihak lain untuk bisa meniru spesifikasi dari rakitan bom tersebut. Persiapan serangan Teror Bom seperti ini memerlukan waktu persiapan sekitar 10 bulan sampai 1 tahun, agar bisa berlangsung secara sempurna tanpa terdeteksi oleh pihak aparat keamanan kita. Artinya apa? Artinya Aparat Kepolisian tidak melihat adanya tanda - tanda keterlibatan pasangan JK - Wiranto dan Megawati - Prabowo terhadap Teror Bom, termasuk teror lainnya yaqng terkait dengan hasil Pilpres 2009. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sab, 18/7/09, Yuliati Soebeno <[email protected]> menulis: Dari: Yuliati Soebeno <[email protected]> Judul: Re: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI? Kepada: [email protected] Cc: "Adyanto Aditomo" <[email protected]>, "Achmad Jauzi" <[email protected]> Tanggal: Sabtu, 18 Juli, 2009, 5:42 PM Bung Adyanto dan Bung Ahmad Jauzi, Sudahlah tidak usah bingung dan merana begitu. Anda semua sudah tahu kan, bahwa itulah PRESIDEN PILIHAN RAKYAT INDONESIA. Soalnya memang begitulah yang di-ingin-kan masyarakat rupanya, Presiden yang "melankoli". Dulu Megawati menjabat selama hampir 4 tahun, dan sebelum pemilihan presiden, berapa banyak bom-bom yang meledak, dan menghancurkan nama Indonesia dimata dunia. Tetapi apakah Presiden Megawati waktu itu memperlihatkan "kelembekan" nya sebagai PEMIMPIN BANGSA? Meskipun beliau seorang perempuan yang seharusnya bisa menangis tersedu-sedan? Tetapi Mega memperlihatkan ketabahan yang kuat dihadapan rakyatnya. Apalagi waktu itu terjadi pengeboman di Kedutaan Asing (Australia), yang benar-benar menghancurkan kredibilitas Mega sebagai Presiden, namun tetap tegar, jikapun Mega menangis mungkin didalam kamar dia sendiri, tidak didepan umum. Salam, Yuli
