Bung Hendry Abert,
 
Bila memang SBY tidak berniat untuk menakut - nakuti rakyat dan juga tidak 
berniat memprovokasi lawan politiknya, artinya SBY telah gagal dalam memilih 
kalimat yang tepat dalam menyampaikan maksudnya dalam pidato tersebut.
Kalau memang benar begitu, ya sudahlah, SBY tinggal minta maaf masyarakat dan 
semuanya bisa dianggap selesai, sehingga masyarakat bisa merapatkan barisan dan 
berkonsentrasi dalam melawan Teroris Bom Bunuh Diri tersebut.
Untuk berikutnya mungkin SBY bisa menunjuk pembuat teks pidato yang handal agar 
kesalah teks tersebut tidak menimbulkan ketegangan politik yang tidak perlu.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Rab, 22/7/09, Hendry Abert <[email protected]> menulis:


Dari: Hendry Abert <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Saya Memberi Nilai Sembilan Terhadap 
Pernyataan Presiden SBY
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 22 Juli, 2009, 3:53 PM


 



Saya pikir Pak SBY sudah memberikan sikap ketegasan, bahwa dia akan berusaha
menghabisi terorisme hingga keakar-akarnya, saya pikir semua orang geram
dengan tindakan teroris, sisi apa yang anda lihat dalam pidatonya.
Mengingatkan atau menakut-nakuti kepada rakyat tentang peristiwa ini, sikap
pemerintah thd tindakan teroris, atau pidato tsb kurang bagus.
kalau saya baca beberapa komentar2 tsb lebih banyak yg khawatir pidato
Presiden kurang bagus atau merasa presiden menakut-nakuti rakyat dan tidak
sesuai dengan keinginan mereka, ya saya maklum.

Saya pikir Rakyat sedang berduka dan cemas dan tidak peduli apakah pidato
presiden bagus tidak bagus, tapi yang terpenting adalah Tekad dan ketegasan
Pemerintah dalam membasmi Terorisme. dan apa saja langkah berikutnya.

Salam
Hendry Abert

Kirim email ke