Bung RZain, Saya sudah sampaikan beberapa kali dalam milis ini, dimana intinya SBY tidak boleh mengecewakan rakyat. Walaupun para pendukungnya yang sangat fanatik dan militan dalam mendukung SBY, tidak berarti SBY bisa seenaknya melakukan segala sesuatu tanpa memikirkan bagaimana nasib rakyat kecil. Rakyat bersedia mendukung SBY secara fanatik dan militan karena rakyat masih percaya bahwa SBY akan membawa "jalan keselamatan dan kemakmuran" bagi rakyat. Bila suatu saat rakyat pendukungnya menyadari bahwa SBY bisanya cuma berbohong dan "merengek" kepada rakyat sehingga bukannya SBY yang memperjuangkan nasib rakyat dan melindungi rakyat yang tertindas, tetapi justru SBY yang nasibnya harus diperjuangkan dan dilindungi oleh rakyat, nasib buruk akan menimpa SBY dan pemerintahannya. Pidato SBY pada tanggal 17 Juli 2009 pk. 13.00, dimana SBY menuduh banyak pihak, termasuk Media Massa dan lawan politiknya yang telah "sangat bodoh" karena tidak memahami isi pidatonya dan juga berupaya untuk "memelintir" pernyataannya, adalah salah satu tindakan SBY yang menurut saya sangat tidak bertanggung jawab. Untuk membuktikan pernyataan SBY tersebut, Metro TV setiap saat mengulang - ulang rekaman pidato SBY tersebut agar seluruh masyarakat, termasuk para wartawan Media Elektronik dan Media Cetak memahami, siapa sebetulnya yang telah berbohong, SBY atau Media Massa. Dalam hal ini para wartawan merasa dituduh sebagai "Bodoh dan Tukang Pelintir" karena mereka tetap menolak melakukan revisi terhadap kesimpulan yang telah mereka buat sebelumnya. Sampai hari ini semua tuduhan SBY kepada lawan politiknya belum ada yang terbukti, mulai adanya Kelompok Teroris yang bermarkas dan berlatih di Kalimantan Timur, dimana SBY sebagai Presiden merupakan "sasaran utama" dari Kelompok Teroris tersebut dan adanya rencana lawan politik SBY yang akan menduduki KPU saat pengumuman hasil Pilpres dibacakan oleh KPU. Padahal solusinya menurut saya cukup sederhana: Mohon maaf kepada masyarakat karena SBY telah gagal memilih kata - kata yang tepat sehingga pengertiannya bisa sangat berbeda dari yang ingin dia sampaikan. Cukup sekian dan masalahnya akan selesai. Ini hanya salah satu contoh saja. Yah memang pada akhirnya rakyatlah yang akan menentukan negara ini akan menjadi bagaimana. Bila ternyata SBY terbukti mengecewakan rakyat, nasibnya tidak akan lebih baik dari Soeharto yang dilengserkan secara paksa oleh rakyat. Tetapi kalau SBY menyadari kekeliruannya sehingga berhasil memenuhi semua janjinya sesuai yang telah disampaikan saat kampanye, SBY pasti akan mendapat dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia. Harapan saya, semoga ini yang terjadi. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Jum, 24/7/09, rzain <[email protected]> menulis: Dari: rzain <[email protected]> Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Saya Memberi Nilai Sembilan Terhadap Pernyataan Presiden SBY Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 24 Juli, 2009, 9:40 PM Rakyat telah memilih SBY untuk mengatur negara ini, kita2 ini siapa sih yang menilai, kalau merasa mampu silahkan jadi anggota DPR yang beroposisi. Mengkritisi boleh2 saja tetapi tunjukkan seharusnya Presiden harus berbuat apa, mampu ga meluruskan pemikiran Presiden?
