Mungkin maksudnya dari generasi preman adalah generasi yang sangat terbiasa dan 
mungkin juga suka akan kekerasan seperti layaknya para preman.
Masalah kekerasan di televisi Indonesia memang sudah cukup parah, udah 
ceritanya rumit, menghina logika, menjual kekarasan sedemikian rupa sehingga 
saya menilai para pesinetron bagaikan pelacur yang mau saja disuruh berakting 
sedemikian bodoh dan tidak bertanggung jawab atas nama "seni" dan dalih 
"tuntutan skenario" atau "permintaan sutradara", asal dibayar, mereka mau saja 
disuruh memelototkan mata, mengunyah2 mulut saat menahan marah, mengadegankan 
rencana pembunuhan, dendam dan kekerasan yang sampai berdarah2 dan 
penuh gambaran siksaan dan kesakitan.
Saya agak terkejut ketika melihat situasi di sekolah dasar anak saya dan SMP 
juga, dimana situasi serupa sinetron ternyata sudah marak! anak2 SD mulai 
membentuk geng, lalu bertengkar dengan lawannya dengan kata2 persis di adegan 
sinetron. Di SMP jangan tanya lagi. apa ini akibat sinetron? bisa jadi lho!

Masih banyak faktor yang memicu maraknya premanisme dan kekerasan dalam sejarah 
manusia. Bahkan Qabil sudah membunuh Habil jauh sebelum ada Yakuza atau ninja.

Apa yang bisa kita perbuat? Minimal Jangan biarkan keluarga kita nonton 
sinetron yang menjual murah kekerasan.
HQQ  
 




________________________________
From: Lasma siregar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 24, 2009 2:03:24 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tayangan Kekerasan Cetak Generasi Preman

 
Mungkin saja "tayangan kekerasan cetak generasi preman" tapi bagaimana 
menjelaskannya kalau banyak preman tanpa banyak tayangan apa-apa?
Apakah seseorang itu jadi preman karena media massa atau banyak
faktor lain yang menyebabkan orang terpaksa jadi preman?

Bagaimana dengan kurangnya pendidikan, kurangnya kesempatan kerja,
kurangnya keadilan sosial dan kurangnya ini itu lainnya..... .?

Jauh sebelum ada film Godfather dan buku-bukunya Mario Puzzo dkk
di Napoli dan Sicilia sudah buaaanyak preman (Cosa Nostra, Mafia
dan berbagai gang Siciliano).

Jadi tanpa media massa (film, tv, radio, buku, majalah, surat kabar)
yang namanya "PREMAN" ya ada, kalau ada yang mau mem-PREMAN-kan diri.

Sejak zaman purba di Jepang sudah ada yang namanya Yakuza, Ninja dkk.
Bagaimana di Indonesia, apakah orang terpaksa jadi preman karena
"sikon" (situasi kondisi) ataukah karena tayangan kekerasan?
Share your information with us please!

Salam
Las

Kirim email ke