Kalau pendapat saya, tayangan kekerasan adalah salah satu faktor saja yang bisa memicu tercetaknya generasi preman, jadi biarpun tayanyan kekerasan tidak ada, preman terap ada, karena faktor yang lain.
Salam --- Pada Jum, 24/7/09, Lasma siregar <[email protected]> menulis: Dari: Lasma siregar <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tayangan Kekerasan Cetak Generasi Preman Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 24 Juli, 2009, 2:03 PM Mungkin saja "tayangan kekerasan cetak generasi preman" tapi bagaimana menjelaskannya kalau banyak preman tanpa banyak tayangan apa-apa? Apakah seseorang itu jadi preman karena media massa atau banyak faktor lain yang menyebabkan orang terpaksa jadi preman? Bagaimana dengan kurangnya pendidikan, kurangnya kesempatan kerja, kurangnya keadilan sosial dan kurangnya ini itu lainnya..... .? Jauh sebelum ada film Godfather dan buku-bukunya Mario Puzzo dkk di Napoli dan Sicilia sudah buaaanyak preman (Cosa Nostra, Mafia dan berbagai gang Siciliano). Jadi tanpa media massa (film, tv, radio, buku, majalah, surat kabar) yang namanya "PREMAN" ya ada, kalau ada yang mau mem-PREMAN-kan diri. Sejak zaman purba di Jepang sudah ada yang namanya Yakuza, Ninja dkk. Bagaimana di Indonesia, apakah orang terpaksa jadi preman karena "sikon" (situasi kondisi) ataukah karena tayangan kekerasan? Share your information with us please! Salam Las
