http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/06/08223740/Indonesia.Luncurkan.Kapal.Riset.Geologi.Canggih.Geomarin.III


CIREBON, KOMPAS.com - Indonesia telah memiliki kapal riset geologi kelautan 
canggih bernama Geomarin III, yang diluncurkan Rabu (5/8) di Dermaga Pelabuhan 
Cirebon, Jawa Barat. Kapal Geomarin III itu diluncurkan oleh Menteri Energi dan 
Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro.

"Kapal peneliti Geomarin III sudah lama dinantikan, guna memetakan potensi 
sumber daya alam kita terutama di laut dalam (deep sea)," katanya. Kapal 
peneliti Geomarin III dibuat di galangan PT PAL Surabaya dioperasikan oleh 
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) dalam melaksanakan 
tugas survei dan pemetaan geologi kelautan.

Kapal yang memiliki panjang 61,70 meter dengan Groos Register Tonnage 1300 GT, 
menggunakan mesi 2 X 1000 HP dengan konsumsi bahan bakar 4,8-9,3 ton per hari 
atau 6.040-11.600 liter. Geomarin III memiliki kecepatan maksimum 13,5 knot, 
kecepatan jelajah 12,5 knot, kecepatan survei 4,0 knot dan masa layar 30 hari 
dan memiliki 22 awak kapal dan mampu membawa ilmuwan dan teknisi sebanyak 29 
orang.

Seluruh perairan dangkal di Indonesia telah selesai dipetakan, sehingga sisanya 
sekitar 76 persen wilayah perairan dalam belum dapat dipetakan, kata Menteri. 
"Hal ini mengingat masih terbatasnya kemampuan kapal dan fasilitas peralatan 
survei, artinya bahwa bagian laut dalam yang jauh lebih luas, masih belum 
terjamah pemetaan," katanya.

Purnomo mengatakan saat ini terdapat indikasi pemanfaatan sumber daya energi 
dan mineral di daratan hampir mencapai titik kulminasi. "Sehingga pada masa 
mendatang akan bertumpu pada laut sebagai harapan yang terakhir atau sebagai 
`the last frontier`," katanya.

"Kehadiran kapal Geomarin III diharapkan dapat mempercepat menyelesaikan 
program pemetaan dan eksplorasi sumber-sumber daya alam baru untuk dimanfaatkan 
dan didayagunakan demi mensejahterakan masyarakat Indonesia," tambah Purnomo.

Seperti diketahui, hampir 70 persen dari cadangan minyak dan gas bumi Indonesia 
berada pada cekungan-cekungan migas tertier di laut. Lebih dari separuhnya 
terletak di laut dalam (kedalaman lebih dalam dari 200 meter).

"Mengacu pada kenyataan ini, maka eksplorasi di laut dalam harus dilaksanakan 
secepat mungkin agar potensi-potensi sumber daya migas ini dapat diketahui dan 
dimanfaatkan lebih cepat dan optimal," kata Purnomo.

WAH
Sumber : Antara

Kirim email ke