Kita masih perlu waspada !!
Buronan teroris Noordin M.Top tewas di kamar mandi dalam penyergapan tim polisi
anti terror di kel. Mojosongo, kec. Jebres Solo, kamis dini hari pk.06.00.
Memang prestasi besar kepolisian Indonesia, tapi rasanya kenapa begitu mudah
Noordin M.Top lengah yang selama ini dikenal sangat lihai dalam mengelabui
polisi. “Noordin memang amat licin namun satu hal yang amat menentukan
pelariannya adalah jejaring simpatisan yang senantiasa melindunginya” (baca
Kompas 18/9 hal.15,kolom 2). Sayangnya berita tamatnya riwayat Noordin M.Top
kurang menggelegar dalam penampilan di mass media, seolah masyarakat kurang
peduli, berita arus mudik lebih dominan dipublikasikan serta berita KPK vs
Polisi juga lebih menyita pembaca untuk dicermati.
Apakah terror di Indonesia akan usai ?? Sebuah pertanyaan yang masih dalam
bayangan kita, kerja polisi belum usai, kenapa ? Hasil didikan Al-Qaeda telah
menyebar secara luas, dengan kematian Noordin M.Top,maka pengikut setia dan
fanatik Noordin akan balas dendam dan bukan tidak mungkin akan terjadi, lihat
saja Syaifuddin yang diduga sebagai perekrut pengembom dan Syahrir yang diduga
memiliki hubungan dengan penerbangan masih berkeliaran. Penyergapan Noordin
akan dipelajari dengan seksama titik kelemahannya oleh Syaifuddin & Syahrir dan
kawan2 nya. Polisi & Densus88 tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Belum
lagi hukum negeri kita melempem, hukuman bagi teroris terlalu ringan, sehingga
para teroris lebih senang bersarang dan bermarkas di negeri ini. Istri para
teroris juga perlu kita waspadai, bantuan masyarakat sekitar perlu
mendukung,hampir tidak mungkin istri dan keluarganya tidak tahu menahu kegiatan
suaminya dalam kesehariannya.
Noordin boleh saja telah tamat di bumi ini, tapi tabir dan jaringan teroris
yang selama ini ditakuti tidak akan pernah terbuka secara total, para pengikut
yang akan diadili tidak akan menyentuh persoalan secara mendalam, terlebih
hukumannya akan diputuskan ringan. Malaysia dengan gigih tanpa pandang bulu
memberangus jaringan Jemaah Islamiyah, di negeri kita setengah tengah dengan
dalil ‘demi kemanusiaan’. Faktor kemiskinan berkelanjutan juga berpengaruh
dalam jaringan teroris di negeri ini, karena Noordin dkk, lebih suka merekrut
kaum muda yang belum sempurna dalam ideloginya serta tidak paham magna Moral
Pancasila & moral agama.
Selamat ber Idul Fitri,Mohon maaf lahir Bathin.
arifin muliawan
[Non-text portions of this message have been removed]