Oom Arifin,

Hemat saya, tewasnya NMT malah mempersulit pemberantasan terorisme. Hal ini 
karena tidak adanya figur kuat yang mempersatukan para teroris dan membuat anak 
buah NMT akan menyebar memperebutkan "tahta" NMT. 

Anyway, pemikiran ini bukan berarti lebih baik NMT dibiarkan hidup. 
Bagaimanapun, kematian NMT memperlemah mental murid-muridnya dan polisi 
memiliki kesempatan untuk menanamkan agen-agen intelejen dalam perebutan 
kekuasaan tersebut (asalkan jgn menjadi kontra  seperti Osama Bin Laden yang 
sebelumnya adalah agen yang ditanamkan CIA ). 

Dalam waktu dekat ini, saya malah bertanya-tanya, apa "jawaban" murid-murid NMT 
atas kematian NMT ?

Semoga kekuatiran saya adalah kekuatiran yang berlebihan.

Salam
Rudi

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: arifin muliawan <[email protected]>
Date: Sat, 19 Sep 2009 07:35:54 
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perlu waspada !



Kita masih perlu waspada !!

Buronan teroris Noordin M.Top tewas di kamar mandi dalam penyergapan tim polisi 
anti terror di kel. Mojosongo, kec. Jebres Solo, kamis dini hari pk.06.00. 
Memang prestasi besar kepolisian Indonesia, tapi rasanya kenapa begitu mudah 
Noordin M.Top lengah yang selama ini dikenal sangat lihai dalam mengelabui 
polisi. “Noordin memang amat licin namun satu hal yang amat menentukan 
pelariannya adalah jejaring simpatisan yang senantiasa melindunginya” (baca 
Kompas 18/9 hal.15,kolom 2). Sayangnya berita tamatnya riwayat Noordin M.Top 
kurang menggelegar dalam penampilan di mass media, seolah masyarakat kurang 
peduli, berita arus mudik lebih dominan dipublikasikan serta berita KPK vs 
Polisi juga lebih menyita pembaca untuk dicermati.

Apakah terror di Indonesia akan usai ?? Sebuah pertanyaan yang masih dalam 
bayangan kita, kerja polisi belum usai, kenapa ? Hasil didikan Al-Qaeda telah 
menyebar secara luas, dengan kematian Noordin M.Top,maka pengikut setia dan 
fanatik Noordin akan balas dendam dan bukan tidak mungkin akan terjadi, lihat 
saja Syaifuddin yang diduga sebagai perekrut pengembom dan Syahrir yang diduga 
memiliki hubungan dengan penerbangan masih berkeliaran. Penyergapan Noordin 
akan dipelajari dengan seksama titik kelemahannya oleh Syaifuddin & Syahrir dan 
kawan2 nya. Polisi & Densus88 tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Belum 
lagi hukum negeri kita melempem, hukuman bagi teroris terlalu ringan, sehingga 
para teroris lebih senang bersarang dan bermarkas di negeri ini. Istri para 
teroris juga perlu kita waspadai, bantuan masyarakat sekitar perlu 
mendukung,hampir tidak mungkin istri dan keluarganya tidak tahu menahu kegiatan 
suaminya dalam kesehariannya.

Noordin boleh saja telah tamat di bumi ini, tapi tabir dan jaringan teroris 
yang selama ini ditakuti tidak akan pernah terbuka secara total, para pengikut 
yang akan diadili tidak akan menyentuh persoalan secara mendalam, terlebih 
hukumannya akan diputuskan ringan. Malaysia dengan gigih tanpa pandang bulu 
memberangus jaringan Jemaah Islamiyah, di negeri kita setengah tengah dengan 
dalil ‘demi kemanusiaan’. Faktor kemiskinan berkelanjutan juga berpengaruh 
dalam jaringan teroris di negeri ini, karena Noordin dkk, lebih suka merekrut 
kaum muda yang belum sempurna dalam ideloginya serta tidak paham magna Moral 
Pancasila & moral agama.

 
Selamat ber Idul Fitri,Mohon maaf lahir Bathin.
 
arifin muliawan










      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke