Jadi ingat teroris yang tertangkap hidup: Amrozi, Imam Samudra dan Muklas. Saat di tahanan, di pengadilan, dan masa menunggu hukuman mati, mereka mendapat kesempatan untuk kampanye kepada publik, diwawancara sana-sini. Pemakamannya pun diliput khusus. Pers oh.. pers.
________________________________ Dari: Rudi Ho <[email protected]> Kepada: arifin muliawan <[email protected]>; [email protected] Terkirim: Minggu, 20 September, 2009 09:41:22 Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perlu waspada ! Oom Arifin, Hemat saya, tewasnya NMT malah mempersulit pemberantasan terorisme. Hal ini karena tidak adanya figur kuat yang mempersatukan para teroris dan membuat anak buah NMT akan menyebar memperebutkan "tahta" NMT. Anyway, pemikiran ini bukan berarti lebih baik NMT dibiarkan hidup. Bagaimanapun, kematian NMT memperlemah mental murid-muridnya dan polisi memiliki kesempatan untuk menanamkan agen-agen intelejen dalam perebutan kekuasaan tersebut (asalkan jgn menjadi kontra seperti Osama Bin Laden yang sebelumnya adalah agen yang ditanamkan CIA ). Dalam waktu dekat ini, saya malah bertanya-tanya, apa "jawaban" murid-murid NMT atas kematian NMT ? Semoga kekuatiran saya adalah kekuatiran yang berlebihan. Salam Rudi Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
