Dear Oom Satrio,

Dari sisi para mantan terpidana terorisme, situasi sungguh dilematis. Satu sisi 
mereka sudah tidak diterima masyarakat krn status terpidana (teroris lagi !), 
sisi lain ada kecurigaan dari kelompoknya menyangkut kesetiaan mereka seperti 
yang diungkapkan Oom Satrio. 

Dari sisi teroris, saat situasi makin mepet, mereka membutuhkan org yg lebih 
mengerti tentang situasi musuh. Plg masuk akal, meskipun beresiko, adalah 
mantan terpidana ini. Dengan kebutuhan ini, ada celah/jalan bagi mantan 
terpidana untuk tetap diterima oleh kelompoknya. Dan untuk menunjukkan 
kesetiaannya, mantan terpidana akan menonjolkan sisi radikalisme mereka. 

Well, ini menurut saya lho !

Salam
Rudi

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Satrio Arismunandar <[email protected]>
Date: Sat, 19 Sep 2009 04:53:37 

Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mengapa teroris top selalu tewas di kamar mandi?

Posted by: "mhd.husnil" [email protected]   mhd.husnil 
Fri Sep 18, 2009 11:30 pm (PDT) 
(Dikutip dari milis jurnalisme)

ada dua hal yang selalu berulang dalam berita terorisme, dan itu agak 
membingungkan saya, sebagaimana terjadi di temanggung, jatiasih, dan solo. 

pertama, korban mati di kamar mandi. entah kenapa, korban matinya di kamar 
mandi? apakah memang kamar mandi merupakan ruangan teraman dalam rumah? kalo 
memang begitu, apa bedanya para teroris itu dengan maling kacangan yang 
berpikir bahwa kamar mandi merupakan tempat teraman untuk ngumpat dalam rumah. 
lho, katanya teroris itu cerdik, setidaknya memiliki nalar lebih ketimbang 
maling kacangan? 

kedua, korban itu adalah mantan pelaku terorisme, seperti air setiawan dan 
urwah? dan mereka melakukannya tidak lama mereka berselang keluar dari penjara. 
urwah divonis tujuh tahun, berarti ia baru bebas tahun ini, itu jika dihitung 
dari 2003, tahun terjadinya bom di kedutaan australia. tapi memang urwah 
ditangkap pada tahun itu? 

mengenai urwah, alasan penangkapannya agak aneh deh. apakah urwah divonis tujuh 
tahun sebagaimana dilansir tempointerkatif atau cuma tiga tahun, seperti yang 
diberitakan liputan 6: http://berita. liputan6. com/daerah/ 200909/244516/ 
Urwah.Anak. Buah.Noordin. Diduga.Tewas

jika setelah keluar dari penjara para pelaku itu masih memegang ideologi 
terorisme dan hendak bergabung kembali dengan komplotannya, mungkin yang patut 
dipertanyakan: bagaimana jaringannya yakin bahwa ia bukan mata-mata polisi? 
tentu, orang yang pernah ditangkap lebih memiliki kesempatan untuk diawasi 
polisi. apalagi ini kasus terorisme, bukan kelas maling kacangan. 

dan, sayangnya kita sama sekali tidak mengetahui motif mengapa mereka kembali 
ke komplotannya. soalnya, para pelaku itu mati semua. dan inilah yang disesali 
banyak orang, kenapa mereka mesti mati? kalau mereka hidup kan lebih 
bermanfaat. publik bisa tahu alasan mengapa mereka kembali lagi menjadi 
teroris. itu pun setelah mereka terbukti di pengadilan. 

salam, 
Muhammad Husnil 





------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke