Dear All,

Penangkapan teroris adalah hal yang besar dan -menurut saya- informasi
tentang teroris masuk ke dalam Top Secret.
Namun mengapa ada wartawan yang bisa meliput kejadian penangkapan teroris ya
?
Apakah memang informasi Intelijen tentang teroris ini juga dipublish ke
wartawan ?



2009/9/19 Satrio Arismunandar <[email protected]>

>
>
> Posted by: "mhd.husnil" [email protected] <mhd.husnil%40yahoo.co.id>  
> mhd.husnil
> Fri Sep 18, 2009 11:30 pm (PDT)
> (Dikutip dari milis jurnalisme)
>
> ada dua hal yang selalu berulang dalam berita terorisme, dan itu agak
> membingungkan saya, sebagaimana terjadi di temanggung, jatiasih, dan solo.
>
> pertama, korban mati di kamar mandi. entah kenapa, korban matinya di kamar
> mandi? apakah memang kamar mandi merupakan ruangan teraman dalam rumah? kalo
> memang begitu, apa bedanya para teroris itu dengan maling kacangan yang
> berpikir bahwa kamar mandi merupakan tempat teraman untuk ngumpat dalam
> rumah. lho, katanya teroris itu cerdik, setidaknya memiliki nalar lebih
> ketimbang maling kacangan?
>
> kedua, korban itu adalah mantan pelaku terorisme, seperti air setiawan dan
> urwah? dan mereka melakukannya tidak lama mereka berselang keluar dari
> penjara. urwah divonis tujuh tahun, berarti ia baru bebas tahun ini, itu
> jika dihitung dari 2003, tahun terjadinya bom di kedutaan australia. tapi
> memang urwah ditangkap pada tahun itu?
>
> mengenai urwah, alasan penangkapannya agak aneh deh. apakah urwah divonis
> tujuh tahun sebagaimana dilansir tempointerkatif atau cuma tiga tahun,
> seperti yang diberitakan liputan 6: http://berita. liputan6. com/daerah/
> 200909/244516/ Urwah.Anak. Buah.Noordin. Diduga.Tewas
>
> jika setelah keluar dari penjara para pelaku itu masih memegang ideologi
> terorisme dan hendak bergabung kembali dengan komplotannya, mungkin yang
> patut dipertanyakan: bagaimana jaringannya yakin bahwa ia bukan mata-mata
> polisi? tentu, orang yang pernah ditangkap lebih memiliki kesempatan untuk
> diawasi polisi. apalagi ini kasus terorisme, bukan kelas maling kacangan.
>
> dan, sayangnya kita sama sekali tidak mengetahui motif mengapa mereka
> kembali ke komplotannya. soalnya, para pelaku itu mati semua. dan inilah
> yang disesali banyak orang, kenapa mereka mesti mati? kalau mereka hidup kan
> lebih bermanfaat. publik bisa tahu alasan mengapa mereka kembali lagi
> menjadi teroris. itu pun setelah mereka terbukti di pengadilan.
>
> salam,
> Muhammad Husnil
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
- Irwan -


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke