Bung Hendro, kalau tak salah, kita memperoleh pendapatan dari setiap pesawat asing yang melintas di wilayah udata kita atau menggunakan fasilitas pelayanan keselamatan/informasi udara yang kita berikan (maaf kalau salah). Dana tersebut bisa kita gunaka untuk membenahi fasilitas yang ada. Jangan-jangan justru kita yg bayar karena pakai fasilitas singapore yang wilayah udaranya "secuil" itu. Mohon pencerahan. terima kasih banyak. Tabik, faisal basri
--- On Wed, 9/23/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] mengungkap permainan elite tingkat tinggi ? was ]:Dua pertanyaan besar. To: "FPK" <[email protected]> Date: Wednesday, September 23, 2009, 12:54 AM Betul sekali!!! Kontrol lalu lintas udara di wilayah Batam yg menggunakan teknologi radar canggih awalnya memang melibatkan Singapura... Tapi nampaknya kemudian, entah karena otoritas kita malas mengambil alih, Singapura menguasainya hingga kini. Apa yang terjadi? Pesawat2 kita selalu diberikan jatah terbang pada ketinggian yg lebih tinggi dari pesawat2 lain. Hal inilah yg membuat pesawat kita jadi tidak efisien dalam waktu dan konsumsi bahan bakar. Salam, Hendro. Powered by Telkomsel BlackBerry®
