Mengatur lalu-lintas benda-benda yang melayang dengan kecepatan hingga 
800km/jam, berat puluhan ton, berisi manusia hingga 300 orang dalam satu kolom 
udara, saya percaya pasti rumit. Untuk itu perlu satu otoritas pengatur. Ini 
menyangkut keselamatan manusia. Jadi isunya menurut saya bukan masalah 
kedaulatan. Kenapa Singapura? Dugaan awam ya benar dikatakan Bung Manneke, 
karena Changi adalah bandara paling sibuk di kolom itu. Kalo Hang Nadim di 
Batam nanti lebih rame, bisa jadi otoritas pindah ke Batam.

Salam,



________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 23 September, 2009 07:34:40
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: mengungkap permainan elite tingkat tinggi

Sebegitu rumitkah hingga mengorbankan  kedaulatan NKRI? Kalau punya pemikiran 
seperti ini jangan jangan nanti berkembang pemikiran  provinsi provinsi 
bermasalah dan menimbulkan kerumitan akan kita serahkan saja  ke negara 
tetangga toh DKI Jakarta masih milik Indonesia

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: manneke budiman <[email protected]>
Date: Tue, 22 Sep 2009 15:25:53
To: <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: mengungkap permainan elite tingkat tinggi

Semoga bukan itu sebabnya.
�
Bisa jadi karena wilayah udara di atas Singapura tergolong salah satu yang 
paling sibuk di Asia Tenggara. Ada baiknya pengaturan lalu-lintas udara di 
wilayah itu ditangani satu otoritas daripada ada banyak otoritas tapi 
koordinasinya rumit. Batam sangat dekat ke Singapura daripada ke daratan 
Sumatra..
�
Kalau alasannya untuk keselamatan penerbangan, saya pribadi tak melihat ini 
sebagai masalah besar. Lain halnya kalau Singapura ikut mengatur lalu lintas 
penerbangan di sekitar Jakarta. Medan dan�Palembang tidak diatur otoritas 
Singapura toh?
�
manneke

Kirim email ke