Untuk teman2 semua, terima kasih untuk masukannya
Saya setuju bahwa tindakan polisi yang menendang pengendara motor sampai 
berakibat fatal itu salah
Tapi harus juga berimbang. Saya hanya berharap penilaian kita terhadap polisi 
bisa adil. Tidak melakukan generalisasi, apalagi stigma.
Banyak kesalahan polisi itu justru karena ulah masyarakat juga.
Contoh: isu denda damai. Kalo kita tidak melanggar lalu lintas, tidak mungkin 
di stop polisi. Kalo di stop lalu mau ditilang dan masuk pengadilan, tidak 
mungkin ada denda damai.
Demikian juga kasus ini, kalo sang anak memakai helm, tidak akan dihadang 
polisi, kalo dihadang terus berhenti, tidak akan ditendang sampai jatuh dan 
meninggal.
Uppsss... sebelum saya kena semprot lagi, perlu saya klarifikasi bahwa saya 
tidak membela polisi yang mau terima uang denda damai atau membela sang polisi 
penendang. Tentu saya akan setuju bahwa polisi yang menerima denda damai itu 
korupsi, dan sang polisi penendang tidak bisa mengontrol emosinya. 
Tapi memberi uang pada polisi sebagai uang damai juga SAMA PARAHNYA dengan sang 
polisi penerima. Pengendara yang dihadang malah mengebut untuk kabur juga SAMA 
BERBAHAYANYA bagi jiwa orang lain (sang polisi penghadang misalnya) dan bagi 
jiwanya sendiri.
Keseimbangan penilaian ini yang tidak saya lihat dari kasus ini di FPK.
Bagaimanapun, seperti kata pak manneke, institusi publik selalu disorot, dan 
merupakan konsekuensi logis pejabat publik. Mereka digaji dari pajak kita, 
sudah selayaknya dituntut bekerja dengan baik. 
Tapi apakah tidak berlebihan menuntut mereka tidak boleh salah sekalipun 
(apakah selama kita bekerja di bidang masing2 tidak pernah salah?)
apakah tidak berlebihan, setiap urusan denda damai atau pengendara 
kabur-ditendang-jatuh menjadi kesalahan polisi semata, mentang2 gaji sang 
polisi itu dari pajak kita?

Terima kasih

salam,
andidj




  ----- Original Message ----- 
  From: manneke budiman 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 21, 2009 11:41 AM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Jika Pak Polisi ditabrak si pengendara


    Yang namanya institusi publik memang selalu disoroti secara khusus, Pak 
Andidj, karena mereka bersinggungan langsung dengan masyarakat. Makanya ada 
Police Watch, Parliament Watch, Media Watch, macam-macam Ombudsman, dll. Tapi 
kan kaga ada America Watch atau Malaysia Watch toh?
   
  Ini konsekuensi logis jadi lembaga/pejabat publik. Itu sebabnya para polisi, 
hakim, jaksa, pejabat pemerintah dll itu perlu sangat berhati-hati menjaga 
sikap dan perilakunya. Polisi belum apa-apa. Presiden SBY itu sudah abis-abisan 
"dihajar" di mlis ini bahkan jauh lebih banyak daripada sekadar oleh tiga orang 
komentator. Ya itu risikonya.
   
  Makanya ada pameo: "pejabat publik itu harus cukup lemah agar tidak 
menyalahgunakan kekuasaan dengan mudah, tapi harus cukup kuat agar tahan 
terhadap deraan kritik."
   
  Tidak ada juga yang ingin polisi diam saja kalau ada pelanggaran lalu-lintas. 
Ada prosedurnya toh? Makanya ditanyakan di sini, apakah menendang pelanggar 
lalin itu termasuk prosedur tetapnya? Kalo tidak, ya jangan dilakukan dong.
   
  Kalo Anda tanya, lalu seharusnya pelanggar itu diapakan? Jawabnya ya sudah 
jelas: lihat prosedur tetap yang diajarkan waktu sekolah polisi dulu apa?
   
  manneke
   

Kirim email ke