tak habis pikir.... bener2 konspirasi tingkat tinggi yg hebat. tapi,sepandai2 tupai melompat...pasti akan jatuh juga.....
salam pepeng On 11/11/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote: > > > > > > JAKARTA, KOMPAS.com - Kesaksian Williardi Wizard sungguh berani dalam > sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin > Zulkarnaen. Ia menyadari sebagai saksi mahkota apapun pernyataannya sangat > mempengaruhi nasip mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai > terdakwa dalam sidang tersebut. > > Hari ini, Selasa (10/11) ia memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya > di BAP karena itu semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. "Saya > nyatakan semua BAP tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal > 29 April 2009 dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini," kata > Williardi mengawali kesaksiannya. > > Ia memutuskan mencabut keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan > telah dibuat oleh penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak > penyedik tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada > penyidik. > > Rekayasa itu bermula saat ia dijemput pada satu hari dari rumahnya ke > kantor polisi jam 00.30. Dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa > Direktur Reserse Polda, Wadir Reserse dan 3 orang Kasat. > > Menurut Williardi para petinggi polri tersebut memintanya membuat BAP yang > harus menjerat Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. "Waktu itu > dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan > BAP Sigid, dibacakan kepada saya," ujar Williardi tanpa wajah takut. > > Dalam kesaksian berikutnya, Williardipun menyebut nama Wakabareskrim Irjen > Pol Adiatmoko. Menurutnya Adiatmoko juga memintanya membuat BAP demi > kepentingan menjebloskan Antasari. > > BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena > Antasari tidak tersangkut. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat > pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak > akan ditahan, paling sangsi indisipliner" kata Williardi mengulang perkataan > Adiatmoko. > > Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang > sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita > televisi Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan > Nasrudin. > > Ia pun protes dengan Direskrimum Polda Kombes Pol Muhammad Iriawan yang > turut memeriksanya. "Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat > itu," ujar Williardi. > > Protes Willardi ini menuai reaksi dari teman sejawatnya. Kembali ia > dijemput. Brigjen Irawan Dahlan menjemputnya dan langsung membawanya ke > kantor Adiatmoko. > > Sambil minum kopi, ia ditanya apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo, > Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono? Ia juga ditanya apakah ia pernah > menyerahkan uang Rp. 500 juta pada Edo dari Sigid. > > Williardi mengiyakan semua pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik. > Mendengar pengakuan Williardi, Aditmoko meminta bawahannya untuk langsung > menahan Williardi. > > "Lho kok cuman nyerahin uang ditahan?" ujar Williardi pada Adiatmoko. Sejak > saat itu sampai sekarang Williardi mendekam dalam penjara. Dalam sidang yang > dipimpin oleh Herri Swantoro, Williardi pun mengaku dicap sebagai penghianat > oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes kenapa ia akhirnya jadi > terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan. > > Protes kerasnya itu malam ditanggapi dingin oleh penyidik. "Itu perintah > pimpinan," begitu jawabannya saat ia menggunggap kenapa ia ditahan. > Penasaran siapa yang dimaksud dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang > diketuai Juniver Girsang bertanya pada Williardi siapa yang dimaksud > pimpinan. > > "Kalau bicara pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri," ujarnya lantang. Lebih > jauh, rekayasa itu juga terjadi saat rekontruksi. Dalam suatu pertemuan di > kamar kerja Sigid, seolah-seolah penyidik membuat adegan Antasari memberikan > amplop coklat berisi foto Nasrudin kepada Williardi. Hal ini langsung > dibantang oleh Williardi. > > "Itu tidak benar. Kami menerima amplop itu langsung dari saudara Sigid. > Tanpa ada pak Antasari," tutur Williardi. Dari awal memberikan kesaksian, > Williardi tidak gentar membeberkan pernyataan yang dianggapkan benar. > > Tak ada wajah takut darinya sekalipun beberapa pejabat berbintang ia > sebutkan. Terdengar pula ia beberapa kali bersumpah untuk meyakinkan majelis > hakim. > > Selain nama di atas, ia juga menyebut petinggi polri seperti Niko Afinta, > Tornagogo Sihombing dan Daniel. Jaksa penuntut umum yang diketuai Cirus > Sinaga nama-nama yang disebut Williardi supaya dihadirkan dalam persidangan. > > > http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/10/21145289/Inilah.Kesaksian.Williardi.yang.Menghebohkan.Itu
