Ayo... Bongkar semua.... Siapapun yang terlibat, pakai pembuktian terbalik
kalau memang tidak terlibat, tapi kalau memang terlibat ... Tanggung
resikonya.  
 
-------Original Message-------
 
From: Agus Hamonangan
Date: 11/11/2009 5:14:25 AM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan
Itu!
 
  


JAKARTA, KOMPAS.com - Kesaksian Williardi Wizard sungguh berani dalam sidang
kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Ia
menyadari sebagai saksi mahkota apapun pernyataannya sangat mempengaruhi
nasip mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai terdakwa dalam
sidang tersebut.

Hari ini, Selasa (10/11) ia memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya di
BAP karena itu semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. "Saya
nyatakan semua BAP tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal
29 April 2009 dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini," kata
Williardi mengawali kesaksiannya.

Ia memutuskan mencabut keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan telah
dibuat oleh penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak
penyedik tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada
penyidik.

Rekayasa itu bermula saat ia dijemput pada satu hari dari rumahnya ke kantor
polisi jam 00.30. Dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa Direktur
Reserse Polda, Wadir Reserse dan 3 orang Kasat.

Menurut Williardi para petinggi polri tersebut memintanya membuat BAP yang
harus menjerat Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. "Waktu itu
dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan
BAP Sigid, dibacakan kepada saya," ujar Williardi tanpa wajah takut.

Dalam kesaksian berikutnya, Williardipun menyebut nama Wakabareskrim Irjen
Pol Adiatmoko. Menurutnya Adiatmoko juga memintanya membuat BAP demi
kepentingan menjebloskan Antasari.

BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena
Antasari tidak tersangkut. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat
pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak
akan ditahan, paling sangsi indisipliner" kata Williardi mengulang perkataan
Adiatmoko.

Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang
sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita
televisi Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan
Nasrudin.

Ia pun protes dengan Direskrimum Polda Kombes Pol Muhammad Iriawan yang
turut memeriksanya. "Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat
itu," ujar Williardi.

Protes Willardi ini menuai reaksi dari teman sejawatnya. Kembali ia dijemput
 Brigjen Irawan Dahlan menjemputnya dan langsung membawanya ke kantor
Adiatmoko.

Sambil minum kopi, ia ditanya apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo,
Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono? Ia juga ditanya apakah ia pernah
menyerahkan uang Rp. 500 juta pada Edo dari Sigid.

Williardi mengiyakan semua pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik.
Mendengar pengakuan Williardi, Aditmoko meminta bawahannya untuk langsung
menahan Williardi.

"Lho kok cuman nyerahin uang ditahan?" ujar Williardi pada Adiatmoko. Sejak
saat itu sampai sekarang Williardi mendekam dalam penjara. Dalam sidang yang
dipimpin oleh Herri Swantoro, Williardi pun mengaku dicap sebagai penghianat
oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes kenapa ia akhirnya jadi
terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan.

Protes kerasnya itu malam ditanggapi dingin oleh penyidik. "Itu perintah
pimpinan," begitu jawabannya saat ia menggunggap kenapa ia ditahan.
Penasaran siapa yang dimaksud dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang
diketuai Juniver Girsang bertanya pada Williardi siapa yang dimaksud
pimpinan.

"Kalau bicara pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri," ujarnya lantang. Lebih
jauh, rekayasa itu juga terjadi saat rekontruksi. Dalam suatu pertemuan di
kamar kerja Sigid, seolah-seolah penyidik membuat adegan Antasari memberikan
amplop coklat berisi foto Nasrudin kepada Williardi. Hal ini langsung
dibantang oleh Williardi.

"Itu tidak benar. Kami menerima amplop itu langsung dari saudara Sigid.
Tanpa ada pak Antasari," tutur Williardi. Dari awal memberikan kesaksian,
Williardi tidak gentar membeberkan pernyataan yang dianggapkan benar.

Tak ada wajah takut darinya sekalipun beberapa pejabat berbintang ia
sebutkan. Terdengar pula ia beberapa kali bersumpah untuk meyakinkan majelis
hakim.

Selain nama di atas, ia juga menyebut petinggi polri seperti Niko Afinta,
Tornagogo Sihombing dan Daniel. Jaksa penuntut umum yang diketuai Cirus
Sinaga nama-nama yang disebut Williardi supaya dihadirkan dalam persidangan.

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/10/21145289/Inilah.Kesaksian
Williardi.yang.Menghebohkan.Itu



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke