ya betul kok tante-ku evi douren, saya sendiri kadang-kadang malu sendiri, ternyata kaoem perempoean lebih koeat batinnya ya ? mereka dengan setia mendampingi penderitaan sang suami padahal sang suami juga sering melupakan sang istri kalau sedang senang-senang dengan geng-nya, soalnya aku juga pernah begitu sih, hehehehe tapi rasanya aku terharu banget melihat keberanian istrinya williardi itu bagaimana ya, kalau organisasi perempoean yang ada di negeri ini, ikut mendampingi sang istri wililiardi itu ? salambambangsulistomo.
2009/11/15 Evi Douren <[email protected]> > Mas Bambang, > > > Aku setuju. Aku pun kagum akan kesediaan sang istri tetap berada di sisi > sang suami yg sudah sempat menjadi bagian dari kekisruhan ini. > > U/diketahui, he he he, sesungguhnya makna kesetaraan gender bukan sekdar > u/didengungkan tapi lebih pada dipraktekkan. Namun persoalan di kasus istri > Wiliardi sesungguhnya lebih bernuansa, LAGI2, PEREMPUANlah yg pada akhirnya > menjadi penopang laki2 kala sang laki2 dihantam khalayak. Si perempuan yg > menjadi istri berdiri teguh di sisi sang suami. Janji pernikahan, > u/bersedia tetap berada di sisi pasangan hidup saat suka dan duka, > digenapkan disini. > > Tapi aku membedakan antara Wiliardi yang 'menunggu sampai terdesak ke > sudut' baru mengungkapkan kebenaran dengan kisah kehebatan sang istri > u/tetap bersedia ada di sisinya. Akankah Wiliardi kmd membuka kebenaran > jika 'dia tidak kena senggol'? Ini yg membuatku berpendapat bhw dia tidak > pantas dianggap menjadi 'Hoegoeng'. He he he. > > > > ED > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...!
