--- In [email protected], "jamur_kuping" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Mas Hanafi tolong dong jangan cuma mengcounter usaha orang tapi
jelaskan juga dengan bahasa qq bukan bahasa pejabat kira-kira logika
apa yang dipake yang menjadi dasar pembatalan tugas belajar dimaksud
sebagaimana tersebut dalam surat itu, yaitu:
1. untuk mendukung reformasi birokrasi. Apa iya begitu?, gmn
teman-teman kita yang di eselon I depkeu yang lain. Mereka juga sedang
reformasi to? tapi mereka tetep diijinkan tuh? Cobalah ini dijelaskan
oleh anda-anda apa sih maksudnya ini? Jika yang dimaksudkan adalh
teman-teman yang di KPPN Percontohan, yang mereka saja toh yang di
batalkan bukan semua. Kan yang diterima DIII/DIV bukan cuma pegawai
yang KPPNP. Ini terkesan mengada-ada. Tidak kena dilogika. 
2. Mempertimbangkan proporsi kebutuhan organisasi terhadap penugasan
belajar program studi Akuntansi. DJPBN sudah kebanyakan lulusan
akuntansi? Lha, ktanyan teman-teman yang di kanwil itu mau diarahkan
menjadi tenaga fungsional penyuluh akuntansi, bukankah ini relevan?
Satu lagi mas, anda baik langsung maupun tidak ikut bertanggung jawab
 atas keluarnya kebijakan itu khusunya poin 2 di atas. Jika Kanpus
c.q. Kepegawaian sudah tahu bahwa  lulusan akuntansi di DJPBN ini
sudah mencukupi kebutuhan organisasi, lalu kenapa diberikan ijin
kepada pegawai mengikuti seleksi? Tapi setelah semuanya dilewati dan
sisa selangkah lagi orang mau kuliah tiba-tiba tugas belajar tersebut
dibatalkan. Logika mana lagi yang dipake?      
3. Di luar itu, saya ingin mengomentari opini anda mengenai proses dan
mutu pendidikan di STAN adalah sampah. 
1. Apa yang menjadi dasar penilian anda? Apakah anda tidak melihat
bahwa Dep. Keu, BPK, BPKP, dll dibackup oleh banyak pegawai yang nota
bene lulusan STAN (tentu  dengan nama yang sudah berubah-ubah).
2. Tidak sedikti alumni STAN yang bekerja di perusahaan-perusahaan
terkemuka. Ini menunjukan bahwa kualitas lulusan STAN diakui oleh
dunia usaha terkemuka. Apakah kualitas yang ada pada mereka ini
merupakan hasil upaya sendiri (maksudnya pinter dengan sendirinya?
)tentu tidak mas, mereka ato qq ini merupakan hasil dari proses
pendidikan di Jurang Mangu. Jadi anda jangan begitu mudah menarik
kesimpulan bahwa mutu pendidikan almamater kita sangat menyedihkan 
karena proses didalamnya adalah proses sampah. Sementara pihak luar
sangat menghargai kualitas pendidikan STAN. 
BTW, anda sudah dengang-dengungkan dimana saja opini anda itu?          


Kirim email ke