--- In [email protected], "jamur_kuping" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> well, saya juga lulusan D3, tapi yang sering saya dengungkan adalah,
di STAN
> mutu pendidikan sangat 'menyedihkan'.
> Kualitas input tidak dibarengi dengan proses yang bagus...
untungnya, yang
> keluar bukan proses :
> Garbage In -> Garbage Process -> Garbage beneran
> Melainkan :
> Kualiti di input -> Garbage di Proses -> Kualiti yang menurun dikit.



Maaf ya kalo saya ikutan komentar. Tapi menurut pengalaman saya
belajar 3 tahun di STAN, IMO STAN juga salah satu institusi pendidikan
 Akuntansi terbaik di Indonesia. Jadi saya kurang setuju kalo STAN
dibilang 

"Kualiti di input -> Garbage di Proses -> Kualiti yang menurun dikit"

Sebab saya mendapat banyak sekali ilmu selama sekolah di sana. Walau
masih ada beberapa dosen yang sepertinya kurang qualified, tapi secara
umum saya berpendapat dosen-dosen di STAN terutama yang mengajar kelas
saya sangat kompeten. Bahkan kalo dibandingkan dengan dosen-dosen di
kampus saya sekarang UGM, bisa bersaing kok. Metode ajar yang
diajarkan dosen-dosen saya selama di STAN banyak yang bagus, walau
memang pendekatan yang dilakukan memang pendidikan buat diploma. Yaitu
adanya mata kuliah Lab seperi Lab. Pengantar akuntasi, Lab akuntansi
keuangan, Lab audit, dll yang membuat ada penekanan untuk praktek.
Mata kuliah model lab setahu saya hanya ada di program diploma(bukan
hanya di STAN sih) di program S1 biasanya nggak ada karena lebih ke
pendekatan konsep. Buku literatur yang dpakai di STAN juga tidak
sembarangan. Seperti pada mata kuliah Akuntansi keuangan menengah
yaitu Intermediate Accounting-nya Smith, Skousen, Stice yang IMO bisa
memberikan pemahaman lebih dibandingkan buku literatur lain. Kemudian
untuk Cost Accounting kami dulu pakai karangan Carter, Usry yang
secara bahasa memang sulit diterjemahkan tapi memberikan banyak ilmu.

Intinya jangan anggap enteng dulu perkuliahan di STAN deh . Emang saya
anak yang IP-nya pas-pasan dulu. Yang hampir tiap semester selalu
harap-harap cemas menunggu pengumuman kelulusan. Tapi saya dapat
banyak ilmu dari sana dan prosesnya sama sekali bukan garbage. Memang
selalu ada plus minusnya. Saya nggak mengelak kalo STAN juga punya
banyak kelemahan. Salah satunya perpustakaan pinjam-nya yang agak
kurang lengkap koleksinya. tapi di perpust bacanya lumayan banyak juga
lho koleksi buku yang bagus-bagus. Terus ruang kuliahnya juga yang
panas tidak ber AC. Kemudian fasilitas penunjang kuliah juga sangat
minim yang nggak tahu bisa dapat akreditasi apa. Tugas-tugas atau
PR-nya juga mungkin tidak sebanyak di banding ketika saya melanjutkan
S1 di UGM sekarang. Tapi juga tidak bisa dibilang sedikit juga.


 
> >> 3. Diploma IV Akuntansi STAN memiliki prestise lebih tinggi
> dibandingkan lulusan S1 universitas-universitas lain di Indonesia.
> 
> Setahu saya STAN ndak masuk daftar 500 UNIVERSITAS TOP DI DUNIA.
> UGM masuk, jadi mana nih yang lebih TOP ?
 

--- In [email protected], "ekoadadisini" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> ESN:
> setuju 120 % mas, emang agak memprihatinkan mutu pendidikan di STAN
> (masa klo mau ujian anak2 lebih mengandalkan kisi2 dibanding pertemuan
> kuliah..hihihi), tapi kenapa lulusannya dianggap hebat2 semua dan
> dicari2 ma perusahaan swasta??apalagi lulusan D4nya, memang
aneh...hehehe

Mengenai kisi-kisi, kalo boleh jujur selama saya kuliah di sana cuma
dikit tuh yang kasih kisi-kisi, Kalo dihitung pake persentase paling
banyak 15 % dosen yang kasih kisi-kisi itu pun belum tentu benar-benar
keluar ada yang cuma bilang "baca aja semua buku dan catatan ada semua
kok di sana". Jadi kalo nggak belajar benar ya susah dapat nilai
bagus. Kemudian kualitas soalnya juga termasuk cukup sulit.

Terakhir saya minta maaf kalo ada beberapa kata yang agak emosional.
Saya tidak bermaksud untuk mencampuri masalah larangan kuliah di D4
atau D3 Khusus. Kalo untuk masalah itu saya juga berharap ada solusi
penyelesaian yang terbaik. Yang ingin saya kemukakan di sini intinya
pendapat saya atas perkuliahan di STAN yang tidak sepenuhnya buruk
prosesnya.

Yang jelas saya sangat bersyukur kok bisa diberi kesempatan kuliah
tiga tahun di sana. Kemudian saya juga berterima kasih banyak kepada
para pimpinan DJPBN yang telah memberikan saya kesempatan untuk
melanjutkan kuliah di UGM yang juga merupakan salah satu universitas
terbaik di Indonesia. Kurikulum yang saya jalani di sini sangat bagus.
Semoga ilmu yang sedang saya pelajari di sini bisa berguna kelak
setelah saya lulus.

Basuki Rahmat
NIP 060109414
Mahasiswa TB FEB UGM

Kirim email ke