membaca kisah mas subasita membuat saya seakan berada langsung dilokasi kejadian. betapa tidak? memang begitulah keadaannya. dahulu saya sempat bertugas di kalimantan tengah dan menemukan hal yang serupa.
hal seperti ini tidak hanya ada di kalimantan tengah, pun propinsi kalimantan timur, kalimantan barat, dan kalimantan selatan yang masyarakatnya masih hidup secara tradisional di desa2. sejatinya kalimantan dianugerahi kekayaan alam yg tak ternilai oleh Tuhan, ironisnya kesejahteraan masyarakat di kalimantan seakan jauh panggang dari api. bila pembangunan infrastruktur saja masih jadi kendala, bagaimana dengan pembangunan2 dibidang lainnya? pendidikan misalnya atau kesehatan yang pasti amat dibutuhkan masyarakat pedesaan di kalimantan. saya yakin, teman2 dipulau2 lain di indonesia pasti memiliki kisah semacam kisah mas subasita, dan semua itu membuka wawasan bahwa inilah indonesia kita. indonesia yang masih membutuhkan orang2 berhati tulus untuk mengubah keadaan memprihatinkan ini. apa yg bisa kita lakukan??? pekerjaan yg kita lakukan dikantor sedikit banyak adalah wujud sumbangan kasih kita bagi masyarakat. maka hendaknyalah didasari atas niat tulus untuk membantu saudara sebangsa di tanah air ini. ketulusan niat tersebut akan bernilai ibadah dan tentunya akan lebih membawa keberkatan bagi semua.amin
