Assalamu'alaikum,

alow-alow, kok gak ada yang menanggapi postingan saya beberapa hari
lalu mengenai permasalahan aplikasi vera 2008, mungkin lagi pada asyik
ngebahas tunjangan tambahan di daerah terpencil (remote area). Namun,
di saat kita menuntut perubahan, di saat kita menuntut keadilan, saya
yakin kawan2 juga sudi membahas dan memikirkan apa yang menjadi
kerjaan, tugas, dan tanggung jawab kita. Jangan sampai kita hanya
menuntut apa yang kita inginkan tapi kewajiban dan tangung jawab kita
diabaikan. saya juga ingin ikut urun saran tentang remote areas.

Dahulu, ketika saya masih magang di kanpus, saya sering ngobrol dengan
teman2 di sana mengenai mutasi. Saya sering melontarkan ide (dalam
obrolan warung kpoi tsb) untuk memberikan tunjangan kepada pegawai
yang mengabdi di daerah yang jauh dari peradaban ibukota, dengan
begitu, orang tidak berebut masuk ke kantor pusat (dengan sikat sana,
sikut sini, jilat atas nginjek bawahan, dsb)dan juga memberi rasa
keadilan bagi semua sehingga pegawai yang dimutasi ke luar jawa tidak
merasa inferior dan merasa berbesar hati dengan mutasi tsb. Jumlah
tunjangan idealnya yang besar sehingga ada ketertarikan untuk mengabdi
di daerah yanga jauh tsb. sebagai contoh kasar misalnya, pegawai djpb
di papua diberi tunjangan tambahan 7jt/bln, akan menjadi pilihan yang
seimbang, misalnya saya kalo saya di kanpus dapat Gaji+TC+lain2 yg
resmi/DL, konsinyering dsb (1,3+2,3+1,4) sekitar Rp5jt, tentu akan
menjadi pilihan menarik bila ditawari mutasi ke papua dengan
penghasilan Gaji+TC+tunj.remote area yang mencapai total 10 jt lebih.
Itu contoh kasarnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian
tunjangan ini adalah:

1. Biaya hidup, indeks harga barang kebutuhan pokok di tiap2 daerah
tentu berbeda-beda, data biaya hidup mungkin bisa diperoleh dari BPS. 
2. Transportasi, sebagai contoh, kata teman saya di timika papua
sekali dia mudik, ongkosnya sekitar 3,5jt (kalo salah mohon
dikoreksi), itu bisa menjadi acuan pemberian tunjangan remote area
tsb. Kasihlah 1 bulan untuk transportasi 3,5jt tsb, meskipun dia tidak
cuti tiap bulan tetapi uang tersebut untuk bisa dia simpan sebagai
nilai tambah atas pengabdian dia di daerah terpencil.

Untuk sewa rumah tidak perlu masuk menjadi komponen dalam tunjangan
ini, karena di jakarta pun harus sewa rumah yang mahal juga, bila
sama2 dikasih apa bedanya? hanya menambah beban negara saja, Lagian di
daerah banyak juga rumah dinas yang dapat ditempati.

Itu saja urun saran dari saya, meskipun pemberian tunjangan tersebut
baru sebatas usulan dan perjuangan dari pimpinan yang masih peduli
dengan kita, tapi harapan tetap menyala karena menurut pak subasita
sudah terbentuk tim yang sudah mulai bekerja. Semoga menjadi
kenyataan, sehingga harapan yang tertanam bukanlah semu semata,
Amien.......

Wassalam
Pelaksana Vera 
KPPN Pangkalan Bun

Kirim email ke