Alhamdulillah... saya termasuk orang yang beruntung, dunk!
Teman-teman di KPPN-P (termasuk Kasi & Ka Kantor)yang saya kenal tidak
pada berubah sikap seperti yang dibicarakan beberapa milisers. Ini
terbukti saat kunjungan ke salah satu KPPN-P di Jakarta. Mereka masih
mengingat saya dan mau panjang lebar berkisah tentang kerjaan mereka.
Itu terjadi sekitar empat bulan yang lalu. 

Kalau kenyataannya memang mayoritas lulusan seleksi KPPN-P pada
berubah, kayaknya materi tes untuk seleksi tahap berikutnya perlu
ditambahkan dengan materi-materi yang dapat mengukur konsistensi
'akhlaq' atau 'perilaku' atau 'behaviour' yang terstandarisasi 'baik'.
Tantangan buat pembuat materi tes, tuh!

Anyway, memang seperti itulah efek dari konsep 'eksklusifikasi' yang
ditawarkan lewat KPPN prima atau percontohan, disadari atau tidak.
Insya Alloh semua itu akan sirna kalau semua kantor sudah di-prima-kan. 

Apa yang dirasakan beberapa milisers bisa jadi sekedar 'fatamorgana'
yang bersumber dari pihak teman-teman non-prima sendiri. Mereka
menjadi sangat sensitif dan kritis terhadap teman-teman prima (karena
kelebihan yang mereka dapatkan) sehingga perkara yang sebenarnya
biasa-biasa saja menjadi luar biasa. 

Bisa juga yang dirasakan adalah 'percikan api' yang bersumber dari
pihak teman-teman prima yang secara psikologis dieksklusifkan oleh
proses seleksi dan tuntutan tugas yang lebih berat. Biasanya, salah
satu tujuan komunikasi adalah mengurangi beban psikis yang dirasakan
dan kecenderungan teman-teman prima untuk kerap berkomunikasi dengan
sesama prima bisa jadi karena keinginan untuk berbagi beban tersebut
yang kemungkinan besar dialami oleh para prima yang lain dan sangat
kecil kemungkinannya dialami oleh teman-teman non-prima. Bila dilihat
dari sisi ini, insya Alloh kita bisa ber-husnuzhon bahwa teman-teman
prima kita tidak ingin merepotkan kita dengan menanggung beban psikis
yang mereka rasakan.

Wallohu a'lam
--- In [email protected], "Lukman Firdaus"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Di KPPN-P ex di kota tempat saya terakhir bertugas di DJPBN kemaren,
> para pegawainya sebagaian besar tidak mau membaur dengan para
> rekan2nya para peg kanwil yang notabene letaknya bersebelah dengan
> KPPN-P tersebut n sebagian besar juga merupakan peg ex KPPN. Setiap
> Kanwil mengadakan acara (olahraga, dll), jarang turut serta. Mereka
> asyik bergaul sendiri dengan yang "segolongan". Secara kerja mereka
> bagus, tapi dalam bergaul, sangat kurang sekali.... 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "h4nafi" <h4nafi@> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "lukie_bravo" <lukie_bravo@>
wrote:
> > >
> > Ktnye lg nih krn ade pelnggaran, pd SK esl IV kalee  ni, lsung 
> > > ad bbrp Kasi pd salah satu KPPN percontohn di mutasee ke kanwil.
Cek 
> > > aje, gw kgk punya SK nya soalnye. Conth beginian ni kalee bs bikin 
> > > nyg laen sadar. Ternyta PINTER AJE KGK CUKUP gituw lhoh.  
> > > 
> > > Bravo DJPBN
> > > Lukie-Bravo
> > >
> > 
> > 
> > bnar...
> > KEP-02/PB/UP.9/2008, tanggal 25 April 2008, ybs di mutasikan dari
> > salah satu KPPN-P ke Kanwil...
> > 
> > moga yang lain bisa sadar, kalo' mereka diawasi banyak pihak...
> > gak cuman Kanwil, Kanpus, Departemen, juga KPK ..
> > rekan-rekan mereka di sebelah juga mengawasi...
> > 
> > 
> > 
> > -
> > jamur_kuping
> > h4nafi [at] depkeu.go.id
> >
>


Kirim email ke