>   Terakhir, Ada pertanyaan klise yang setiap orang/pribadi dapat
berbeda pendapat dalam menjawabnya. Pertanyaan tersebut adalah:
>   "Mana yang harus dipilih (harus salah satunya tidak boleh
kombinasi), Berbicara Jujur ataukah Berbicara Sopan????"
>    

Jujur dan sopan? Saya kok ga melihat sebagai suatu pilihan. 
Pihan jujur adalah tidak jujur/curang/bohong/manipulasi sedangkan
pilihan untuk sopan adalah tidak sopan/tidak punya etika. Karena jujur
lebih pada materi yang disampaikan sedangkan sopan lebih pada cara
penyampaian. Dan ini ga bisa dibuat pilihan. Apa gunanya menyampaikan
kejujuran apabila itu akan membuat perselisihan, perpecahan, dan hal
lain yang bersifat destruktif. Sebaliknya apa artinya sebuah kesopanan
apabila yang kita sampaikan hanya sebuah kebohongan dan ga ada maknanya.

Masih ingat petuah ayahanda saya, Permasalahannya bukan apa yang kamu
sampaikan tapi bagaimana kamu menyampaikannya. Dan petuah ini masih
sangat relevan dengan kondisi sekarang. Cara jalanan tidak mungkin
kita terapkan dalam penyelesaian masalah di kantor? Sebaliknya cara
kantoran tidak mungkin kita terapkan dalam menyelesaikan masalah  di
jalanan.

Coba kita bayangkan apa reaksi atasan kita dan bagaimana hubungan kita
dengan atasan kita, apabila kita berkata "Bapak, konsep surat ini
salah, tata bahasanya kacau, materinya juga tidak jelas. Gimana sih
Bapak ini, bisa bikin surat ga sih? Gitu kok bisa dipromosi?
Seharusnya begini lo cara bikin surat ini!" Sambil kita sodorkan
konsep surat kita. 
Apakah yang kita sampaikan benar? Mungkin benar sekali! Apakah kita
jujur? Jujur sekali? Tapi benarkah cara yang kita sampaikan?

Tapi bagaimana kalo  kita sampaikan"Bapak, ini konsep surat Bapak
tadi. Tapi kalo Bapak sependapat, saya sampaikan juga konsep saya,
materinya sama kok Pak." Dan selama ini konsep saya termasuk
diperhitungkan lo . . .

Bagaimana kita menang tanpa ngasorake, itu adalah hal yang brilian.

Jadi mengapa kita tidak membuat suatu pilihan yang baru, bukan yang
klise dan usang, yaitu menyampaikan sesuatu yang brilian dengan cara
yang brilian?

Dari pedalaman Kalimantan



Kirim email ke