mungkin saya mau menambahkan,kalau salah mohon untuk dikoreksi
sebetulnya deteksi limit untuk arsen dan merkuri tergantung dari jenis
maupun umur AAS yang digunakan.
semakin canggih AAS maka deteksi limit yang ditawarkan pun menjadi semakin
kecil,juga umur dari AAS semakin lama AAS akan mengalami penurunan yang
mengakibatkan AAS tidak lagi sensitif sehingga deteksi limitpun menjadi
lebih tinggi.
saat ini saya melakukan analisa As dengan menggunakan Hydrid Vapor
Generation AAS, deteksi limit yang bisa dicapai yaitu 0.5 ppb dan untuk Hg
menggunakan mercury analyzer deteksi limitnya 0.05 ppb

berdasarkan pengalaman saya selama ini untuk analisa As dan Hg ,interferen
ataupun garam2 yang terkandung dalam air laut tidak mengganggu.lain hal
untuk logam2 lain seperti Pb,Cu,Zn,Mn,Cd,Ni memang diperlukan perlakuan
khusus sebelum dilakukan pengukuran karena memang garam menjadi interferen
utama,dengan melakukkan extraksi dengan sejenis resin yang dapat mengkat
logam2 tsb yang kemudian air lautnya dibuang dan resin yang mengikat logam
tersebut dilarutkan lagi dengan air.hal ini bisa dibuktikan dengan kita
melakukan spike (penambahan standar dengan konsetrasi tertentu ke dalam
sample) maka akan di dapatkan %recovery yang bagus.

berdasarkan kepmen kep-02/menklh/1988 untuk air laut dan biota laut
As: <0.01ppm (diperbolehkan) <0.0026ppm (diinginkan)
Hg: <0.003ppm (diperbolehkan) <0.0001ppm (diinginkan)

semoga bermanfaat

----- Original Message -----
From: Iwid Taswid <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 28, 2004 2:13 PM
Subject: RE: [AKA Bogor] MINAMAHASATA


> Ini bukan jawaban apa yang ditanyakan Pak Iwan, ini hanya sekedar sedikit
> informasi....
>
> Secara alami logam mengalami siklus perputaran dari kerak bumi ke lapisan
> tanah, ke dalam makhluk hidup, ke dalam kolom air, mengendap dan akhirnya
> kembali lagi ke dalam kerak bumi, tetapi kandungan alamiah logam
> berubah-ubah tergantung pada kadar pencemaran yang dihasilkan manusia
maupun
> karena erosi alami. Pencemaran akibat aktivitas manusia lebih banyak
> berpengaruh dibandingkan pencemaran secara alami.
>
> Dalam lingkungan perairan, bentuk logam antara lain berupa ion-ion bebas,
> pasangan ion organik, dan ion kompleks. Kelarutan logam dalam air
dikontrol
> oleh pH air. Kenaikan pH menurunkan kelarutan logam dalam air, karena
> kenaikan pH mengubah kestabilan dari bentuk karbonat menjadi hidroksida
yang
> membentuk ikatan dengan partikel pada badan air, sehingga akan mengendap
> membentuk lumpur (Palar, 1994).
>
> Logam berat yang terlarut dalam air akan berpindah ke dalam sedimen jika
> berikatan dengan materi organik bebas atau materi organik yang melapisi
> permukaan sedimen, dan penyerapan langsung oleh permukaan partikel
sedimen.
> Materi organik dalam sedimen dan kapasitas penyerapan logam sangat
> berhubungan dengan ukuran partikel dan luas permukaan penyerapan, sehingga
> konsentrasi logam dalam sedimen biasanya dipengaruhi ukuran partikel dalam
> sedimen (Wilson et.al, 1985 dalam Wilson, 1988).
>
> Pencemaran merkuri di Teluk Minamata Jepang pada tahun 1953 dan 1961
> menunjukkan bahwa pembuangan limbah yang mengandung merkuri (Hg) dalam
> jumlah yang relatif kecil dapat menyebabkan pencemaran yang membahayakan
> kesehatan manusia karena terjadi bioakumulasi di dalam organisme dan
> biomagnifikasi melalui rantai makanan, sehingga keluarga nelayan yang
> mengkonsumsi ikan menderita keracunan hebat (Pikir, 1991).
>
> Toksisitas logam berat bagi makhluk hidup tergantung pada jenis logam,
> bentuknya dan organisme target yang terkena. Jenis dan bentuk logam yang
> paling toksik adalah logam timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg)
yang
> berikatan dengan senyawa organik sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.
>
> Tabel 1. Toksisitas beberapa logam berat
> Logam berat Kisaran lingkat racun (ppb)
> Ar / Arsen 3.000 - 60.000
> Pb / Timah hitam (anorganik) 1.000 - 100.000
> Pb / Timah hitan (organik) 0,02 - 300
> Zn / Seng 200 - 20.000
> Cu / Tembaga 20 - 100.000
> Cd / Kadmium 0,1 - 50
> Hg / Air raksa (anorganik) 5 - 4.000
> Hg / Air raksa (organik) 0,2 - 8.000
> Sumber : Wilson, 1988
>
> Dan, ambang batas tembaga(Cu) dalam darah menurut ketetapan WHO adalah
> 800-1200 ppb.
>
>
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, July 28, 2004 9:19 AM
>
> BUYAT atau BUNYAT ?
>
> Kasus ini menyisakan sedikit teka- teki di hati saya sebagai
> seorang Ahli Madya Analis Kimia (AMDAK ..ooy).Pertama mengenai analisa
> kandungan logam berat Merkuri dan
> Arsen (karena hanya dua logam ini yang banyak dibicarakan)
> dalam air laut.Kedua analisa kandungan kedua logam berbahaya tersebut
dalam
> darah penderita Minamahasa....(?)
> Seperti sudah lazim diketahui untuk analisa kedua jenis logam
> tersebut di Indonesia biasanya digunakan metoda
> spectrophotometer (Serapan Atomik - AAS (bukan Alat-Alat
> Sederhana......)).
> Nah ... yang jadi teka-teki dan pertanyaan di hati saya adalah
> bagaimana mungkin AAS dapat menganalisa kedua logam berat
> tersebut dalam air laut, sementara air laut kadar garamnya amat
> sangat tinggi, juga matrik pengganggu lainnya... sehingga saya
> tidak yakin baseline akan stabil dan limit deteksinya akan
> kecil sesuai yang diharapkan, Apalagi dengan metoda CV (Cold
> Vapour) yang kita tahu limit deteksi dan kesalahan (istilah
> sekarang - uncertainly)nya lebih besar.Begitu juga dalam cuplikan darah
> penderita minahasa ini,
> tentunya kadarnya besar kemungkinan lebih kecil atau bahkan
> kelumit (trace).
> Mungkin ada rekan-rekan yang bisa bantu saya dengan
> ketidaktahuan saya ini. Berapa limit deteksi untuk analisa
> "normal" kedua logam tersebut dengan metoda AAS. Juga ambang
> batasnya dalam limbah dan tubuh manusia.
> Kita yakin kita yang ada di milist ini adalah Analis Kimia
> (paling tidak "mantan" Analis Kimia).
> Terima kasih atas bantuannya.
>
> Iwan
>
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
> AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
> ---------------------------------------------------------------------
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Website : http://www.alumni-akabogor.org/
> Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
>


---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke