BUYAT atau BUNYAT ?

Kasus ini menyisakan sedikit teka- teki di hati saya sebagai
seorang Ahli Madya Analis Kimia (AMDAK ..ooy).Pertama mengenai analisa kandungan logam 
berat Merkuri dan
Arsen (karena hanya dua logam ini yang banyak dibicarakan)
dalam air laut.Kedua analisa kandungan kedua logam berbahaya tersebut dalam
darah penderita Minamahasa�.(?)
Seperti sudah lazim diketahui untuk analisa kedua jenis logam
tersebut di Indonesia biasanya digunakan metoda
spectrophotometer (Serapan Atomik � AAS (bukan Alat-Alat
Sederhana��)).
Nah � yang jadi teka-teki dan pertanyaan di hati saya adalah
bagaimana mungkin AAS dapat menganalisa kedua logam berat
tersebut dalam air laut, sementara air laut kadar garamnya amat
sangat tinggi, juga matrik pengganggu lainnya� sehingga saya
tidak yakin baseline akan stabil dan limit deteksinya akan
kecil sesuai yang diharapkan, Apalagi dengan metoda CV (Cold
Vapour) yang kita tahu limit deteksi dan kesalahan (istilah
sekarang � uncertainly)nya lebih besar.Begitu juga dalam cuplikan darah penderita 
minahasa ini,
tentunya kadarnya besar kemungkinan lebih kecil atau bahkan
kelumit (trace).
Mungkin ada rekan-rekan yang bisa bantu saya dengan
ketidaktahuan saya ini. Berapa limit deteksi untuk analisa
�normal� kedua logam tersebut dengan metoda AAS. Juga ambang
batasnya dalam limbah dan tubuh manusia.
Kita yakin kita yang ada di milist ini adalah Analis Kimia
(paling tidak �mantan� Analis Kimia).
Terima kasih atas bantuannya.

Iwan




___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke