UP-Date Jakarta-2:
Disemua Media, sampai saat ini (6 maret) , pemberitaan hanya sepihak terkait 
"Penangkapan" –saja-
Teman2 kami diKPPN semua membicarakan dan hanya mendengar khabar `dari 
temannya'..dan itupun hanya sebagian-sebagian. Alangkah baiknya kita selain 
berdoa, perlu juga kita mengetahui perkembangan berita prosesnya, dan akan 
lebih baik jika informasi tsb resmi dari Ktr Pusat DJPBN.

Hal tersebut Penting, karena akan menjawab pertanyaan satu sama lain.. dan akan 
tetap menjaga semangat kerja seluruh KPPN kita.. dalam suatu keadaan yg 
memprihatinkan, biasanya tercipta rasa persaudaraan yang kuat. .. kita bisa 
saling menguatkan satu sama lain, agar kita sama pandangan, bisa saling 
mengurangi kegamangan dalam bertugas, saling mengingatkan utk tindakan 
antisipatif, dan saling memberi khabar perkembangan terakhir demi kebaikan 
organisasi.

Berita saat ini di daerah : .. Teman2 di KPPN Menunggu perkembangan Keadaan 
sahabat kita AIS dan ES. Tapi sebenarnya hal tersebut sama dg Menanti 
Perkembangan arah Masa depan DJPBN kita, gerakan perbaikan layanan yang telah 
kita mulai dan gencar kita tingkatkan. Dan yurisprudensi hukum atas Praktek 
Pemisahan Kewenangan hari ini yang mrp amanat UU: `apakah kesalahan dalam 
kewenangan K/L, dapat digeser juga ke Pihak BUN?" 

Selain berita resmi untuk intern, Kami berharap segera ada pemberitaan resmi yg 
dirilis oleh pihak DJPBN untuk melakukan penyeimbangan pemberitaan di 
masyarakat. Kita tidak butuh dipuji, tapi kita butuh pemberitaan yang seimbang 
dan pernyataan yg dpt meluruskan pemahaman /sudut pandang yg terlanjur 
terbentuk di masyarakat (public image)tentang KPPN saat ini.  Masyarakat tidak 
dapat disalahkan, karena mereka mendengar berita, hanya dari pihak penyidik. 
Pemberitaan dari Kantor Pusat DJPBN yg harus segera dilakukan, agar masyarakat 
faham duduk perkaranya. Pola demikian, kiranya standar dilakukan berbagai pihak 
dalam keadaan krisis, sebagaimana yang dialami kita saat ini. Yaitu 
:Press-conference.

Mengutip dari beberpa ahli komunikasi :
Media massa membentuk sebuah ruang tempat berlangsungnya perang bahasa atau 
perang symbol(symbolic battle field) untuk memperebutkan penerimaan publik atas 
gagasan-gagasan ideologis yg diperjuangkan. Didalamnya sebuah ide hegemonik 
mendapat tantangannya oleh berbagai hegemonik lainnya (counter hegemony).

Pendapat Ari Sularso: Apabila pemerintah tdk memberitahu, maka publik akan 
bertanya kpd lembaga yg tdk berkompetensi dan informasi yg diperoleh dapat 
dipastikan tidak akurat sehingga merugikan lembaga.
Tetapi tidak hy itu, mempertahankan corporate image, bagi Djpbn pun penting 
dilakukan. Intinya Humas Ktr Pusat Djpbn Agar segera berperan sebagai 
comunicator yg memback-up organisasi guna mencapai tujuan dan sasaran Ditjen 
perbendaharaan, membina hubungan baik dg publik/stakeholder serta menciptakan 
citra dan opini masyarakat.

Mohon yang mengetahui perkembangan terakhir turut meng-update berita dan 
memberi pandangan yg positif, melalui forum kita.   
Jangan khawatir, hal ini tidak akan mengacaukan keadaan. Bahkan sebaliknya 
keadaan tanpa berita, merupakan hal yang beresiko mengacaukan, krn tidak adanya 
berita penyeimbang dan berita yg mendinginkan keadaan yg menghangat di daerah2. 
Dan keadaan ini membuat, masing2 mengambil sikap yg berbeda-beda, padahal 
meskipun tjd suatu keadaan yg mengenaskan, harusnya kita tetap berada dalam 
kesatuan arah langkah.  
Tetap Semangatlah DJPBN-Ku, Kuatkan langkahmu.

Kirim email ke