"KETINGGIAN MALU KEPADA JOKOWI!"

TERNYATA MANTAN DAN TOKOH SERTA VIGUR PUBLIK YANG SUDAH PADA TUA BELUM JUGA
SADARKAN DIRI...

By Iyyas Subiakto!"

Semalam saya menulis;

SBY,
JK,
DS,
AR,
Dan seterusnya...
Mereka seharusnya malu kepada Jokowi,

Setelah saya pikir,

Tidak usah sampai ke Jokowi,
Bahkan kepada Dr. Terawan saja,
Mereka ini cuma seupil di ujung lubang hidung...

Kalau dengan Jokowi,
Kita kasih 1 saja hasil kerjanya,
Kepada mereka dan mereka kita minta bisa tunjuk 1 saja hasil kerjanya yang
bisa menyamakan nilai harga BBM untuk rakyat Papua,

Mereka sudah habis semua!!

Pemerataan harga BBM dan pengambilan saham Free Port adalah karya
monumental Jokowi kepada rakyat Papua, yang selama 70 tahun merdeka rasa
keadilan atas 1 liter BBM saja tak terurus oleh presiden sebelumnya....

Dalam harga BBM itu,
Ada nilai kemanusiaan yang tinggi,
Ada pemerataan dan keadilan...

Sementara SBY, JK, DS, AR dkk ini kan cuma kelompok Pencitraan dan Haus
Kekuasaan serta Rakus Kekayaan, belum lagi muncul coro busuk mau menurunkan
Jokowi, ini akibat ngaca di lumpur Lapindo.

Sekarang kita minta,
Mereka ngaca di punggung Dr. Terawan!

Pencipta Vaksin Nusantara berbasis Cell dendritik ( baca artinya ) yang
masih menyelesaikan uji klinis ke 2...

Dr. Terawan,
Adalah Pencipta Teori Cuci Otak,
Bagi Pasien Stroke yang tak diakui IDI...

Tetapi sudah menyembuhkan lebih dari 40.000 pasien dan salah satunya teman
baik saya Aldy,

Sekali lagi TEMAN BAIK saya,
Di depan mata kepala saya sendiri!!

Dalam 1 bulan dia bisa berjalan dan ngantor,
Mungkin sekarang sudah main futsal!!

Inilah akibatnya,
Negara yang dihuni banyak asosiasi,
Akhirnya nyerimpeti kaki.....

Dr. Terawan,
Adalah salah satu manusia bermanfaat tanpa mencari manfaat pribadi, dia
seperti juga Jokowi yang bekerja dalam diam dan karyanya tak perlu di
museum kan,

Karena semua hasil kerjanya bukan untuk ketenaran melainkan untuk
kemanusiaan tanpa mengenal perbedaan agama atau suku yang selalu disalah
gunakan...

Akhir² ini,
Kelompok yang namanya disebut diatas adalah sebagian dari pengganggu NKRI,

Jangan sebut mereka bekas apa,
Mau bekas Presiden, Wapres, Ketua Ormas Agama, Budayawan, dst.

Kalau mereka masuk ranah dalam arti menyinyiri kinerja pemerintah saat ini
yang mereka sendiri tak bisa melakukannya,

Maka keberadaannya tak ubahnya seperti HTI dan FPI yang sengaja menghalangi
kemajuan NKRI bahkan bisa merestui mengganti ideologi....

Puluhan tahun,
Mereka berkuasa tak mampu membubarkan HTI,
Atau malah memeliharanya seperti mereka beternak FPI.

Kan kelihatan,
Mereka memakai FPI sebagai pasukan bayaran yang membahayakan,

Buktinya orang " sepintar " JK bisa mengatakan Rizieq pemimpin kharismatik,
ini kepintaran atau pikiran yang di pelintir kepentingan yg membahayakan.

Bukti lainnya,
Saat Rizieq di kandangkan dia malah mau ngurus Taliban, apa mau menunjukkan
bahwa sel kesesatan itu memang diternakkan untuk meluluh lantakkan
Indonesia ke depan...

Dalam waktu yang sama,
JK juga mengatakan ada kekosongan kepemimpinan, kita bisa menduga bahwa isu
pemakzulan yang selalu di dengungkan dan terakhir saat deklarasi KAMI di
TIM jelas² di depan barisan para deklarator ada yang membawa spanduk "
turunkan Jokowi ".

Artinya,
Deklarasi itu ada konsfirasi dengan orang sejenis yang nadanya sama
menjurus ke pemerintahan Jokowi...

Dari sanalah,
Kita menarik benang merah bahwa FPI dibiayai.

Makanya saat 92 rekening FPI di obok OJK mereka menggelinjang seperti
kepegang urat gelinya, yang membuat gelisah hatinya.

Para kelompok Pensiunan yang makin menonjolkan kepikunan nya ini, jadi
malah mempertontonkan keburukan dan iri hati kepada Jokowi, salahnya mereka
adalah  membandingkan Jokowi yang mengarungi samudra kebenaran sebagai
pemimpin, sementara mereka berkutat pada kubangan lumpur dosa kekuasaan
yang pernah di jalankan.

Mereka bukan memberikan manfaat,
Tapi memanfaatkan negara dan jabatan saat mereka menjabat atau saat mereka
berkutat menikmati manfaat demi kepuasan syahwat berkuasa dan mencari kaya.

Sehingga saat mereka melihat kebenaran mata hatinya nanar seolah kebenaran
adalah fatamorgana, dan keburukan yg dilakoninya adalah nirwana yg membuai
cara hidupnya.

Semoga mereka diberi kesempatan bertobat kalau tidak, tua dan mati dalam
Suulkhatimah, dilingkupi keburukan akhlak.

Nauuzhubillah minzhaliq.

Mari kita tunggu hasil uji kelinis kedua Vaksin Nusantara, bila gagalpun
sudah ada usaha besar untuk bangsa dan kemanusiaan, bukan seperti mereka yg
berniat menjegal Indonesia menjadi negara gagal seperti saat mereka
mengurusnya, andai mereka tak menjual negara, minimal mencari kawan gagal
bersama.

Terima kasih kita kepada;
Jokowi,
Terawan,
Sri Mulyani,
Retno Marsudi,
Basuki Hadi Mulyo,
Basuki Cahaya Purnama,
Erick Thohir,
Nadiem Makarim,
Yaqut dan jajaran orang baik lainnya dalam kabinet kerja yang telah membuat
Indonesia masuk pada gerbang kemajuan nyata menjadi negara maju...

Inilah sebagian besar nama² orang yg telah mempermalukan manusia diatas,
dan membuat kita lebih jelas melihat mana Kapas dan mana Pempers Bekas.

Kita sadar bahwa hidup kita akan terus berdampingan dgn keburukan, satu hal
yg harus terus di jaga kita harus waspada dan bisa membandingkan mana
kebaikan dan mana keburukan, agar kita tidak terperosok masuk pada pusaran
kesesatan.

Jangan menyalahkan setan kalau anda ikutan di sana, karena Tuhan pasti tak
suka.

Salam Indonesia.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavhKyC7_zWsQe9bStX%2BZ0P4kr9-brUAksF%3DY8%3DZors8ksA%40mail.gmail.com.

Reply via email to