OTT di kemenhub itu dilakukan polisi dan dihadiri Jokowi.Tidak pernah sebelumnya Jokowi (presiden) hadir dalam OTT yang dilakukan KPK. Ada yang bilang kehadiran Jokowidi kemenhub sebagai sinyal keberpihakannya pada polisi. Di sisi lain ada yang lebih menggelitik. Dalam kata sambutannyaJokowi menyebut pungli sudah berlangsung lama, termasukdi kemenhub ini. Mestinya ini adalah sinyal bahwa Jokowi menilaikepemimpinan Jonan tempohari gagal membersihkan departemennya sendiri. Lucunya, tiga hari kemudian, Jonan yang diberhentikan sebagai menhub malah diangkat menjadi menteri ESDM. Sopir taksi yang saya naiki terkekeh. "Itulah. Kegagalan Zonan membersihkan kemenhub rupanya dianggap bermanfaat di ESDM,"kata bang zopir.
:) --- jonathangoeij@... wrote: ott yg dilakukan Jokowi di dephub itu saya rasa lebih banyak show off atau simbol, tetapi kalau benar mau menghilangkan pungli ya bagus asal tidak seperti Soedomo dulu itu. cuman banyak yg bilang ott barusan utk mengalihkan perhatian dari kasus Ahok, apa benar begitu? --- inengahk@... wrote : Ott adalah terobosan baru, karena tidak mungkin bisa menghilangkan pungli 100 %Dan menurut saya ini adalah langkah luar biasa, karena penggagasnya tidak nyanyi melulu kayak pemimpin sebelumnya From: Jonathan Goeijmemangnya cerita ott itu gimana? --- inengahk@... wrote : Kalimat ini, masih menjadi teka-teki bagi rakyat, karena dari jaman orba, reformasi hal ini sudah dilaksanakan tapi kok tetap saja terjadi pungli.Ini namanya terobosan, bukan pencitraan atau kegedean level.Rakyat yakin pungli tidak bisa di berantas 100 %, bisa 15-20 % sudah lumayan, ibarat memecah gunung berapi yang mengeluarkan lahar setiap hari,seberapa power yang diperlukan supaya letusanya bisa reda-----------------------------------------------------------Korupsi besar terjadi dimana-mana. BPK menyampaikan ada negara tapi tidak diusut. Contoh yang dilakukan presiden (Jokowi) di OTT Kemenhub. Menurut saya itu peristiwa memalukan,itu kan cukup Polsek saja. Presiden ketinggian,” ucapnya. From: Jonathan Goeij Dua Tahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, Gak ada yang bisa Dibanggakan! | | | | | | DuaTahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, G...Eramuslim.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK belum bisa merealisasikan janji kampanyenya untuk membuat rakyat l... | | | Viewon www.eramuslim.com | Preview by Yahoo | | | | | | | | | | Dua Tahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, Gak ada yang bisa Dibanggakan! Redaksi – Senin, 16 Muharram 1438 H / 17 Oktober 2016 16:37 WIB Gak ada yang bisa dibanggain Pak Ne…! Eramuslim.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK belum bisa merealisasikan janji kampanyenya untuk membuatrakyat lebih sejahtera, jelang dua tahun pemerintahan Jokowi-JK pada 20 Oktober 2016 mendatang.Menurut Fadli, dari sisi ekonomi masyarakat masih merasakan kesulitan, dimana daya beli masyarakat masih rendah dan angka pengangguranmasih cukup banyak. Maka itu, ia mempertanyakan slogan Jokowi soal kerja dan kerja yang hingga kini belum ada hasil.“Jarang menemukan kelompok masyarakat yang merasakan ada perbaikan-perbaikan di bidang ekonomi. Konstituen merasa kehidupan makin sulit.Harusnya fokus pada output kerja, bukan hanya kerja tapi ga ada hasilnya,” kata Fadli di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (17/10/2016).Sementara itu untuk dibidang politik, kata Fadli, pemerintahan Jokowi-JK masih ingin melakukan satu penguasaan dengan menunjuk beberapapartai politik untuk mendukung segala kebijakan pemerintah.Padahal, ujar Fadli, hal itu membuat situasi pemerintah tidak berjalan dengan baik, karena tak ada kontrol dari DPR untuk menjalankan fungsipengawasan.“Politik kita relatif kurang sehat karena beberapa parpol dipecah belah, ada jejak intervensi pemerintah karena keinginan kekuasaan,” ujarnyaSementara untuk dibidang hukum, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini melihat hukum di Indonesia semakin tidak jelas. Dimana, praktek hukumsangat tumpul ke atas masih terjadi. Ditambah, upaya diskriminasi hukum terjadi dimana-mana khususnya untuk masalah kasus korupsi.“Korupsi besar terjadi dimana-mana. BPK menyampaikan ada negara tapi tidak diusut. Contoh yang dilakukan presiden (Jokowi) di OTT Kemenhub.Menurut saya itu peristiwa memalukan, itu kan cukup Polsek saja. Presiden ketinggian,” ucapnya.Oleh karenanya, Fadli meminta Presiden Joko Widodo berhenti melakukan pencitraan yang tidak membuat efek banyak bagi masyarakat. Harusnya,lanjut Fadli, Jokowi fokus untuk membangun infrastruktur pertanian dan ekonomi yang berbasis pada keberdayaan manusia.“Presiden terlalu power oriented, bukan bekerja sesuai apa yang diharapkan menjadi realitas. Contoh, Presiden janji akan cetak 2 hektarsawah, itu sudah sampai mana? Mau beli Indosat sampe mana? Mau buat pertamina lebih hebat, sekarang sampe dimana?,” paparnya.Fadli pun menilai, cita-cita Jokowi untuk merealisasikan semangat Bung Karno untuk mewujudkan Trisakti, yaitu kedaulatan politik, kemandirianekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan semakin jauh.“Ketergantungan politik semakin tidak jelas. Belum lagi dalam mengatur kabinetnya. Preesiden juga salah milih orang dalam dua kali reshuffle.Orang yang sudah diberhentikan diangkat lagi. Ini apa? Ini petruk dadi ratu,” pungkasnya.(yk/ts)
