Di berbagai kota di Indonesia sudah bertebaran Universitas yang menyebarkan
ajaran Islam. Namun belum berhasil mencegah perbuatan jahat FPI dan MUI.
Kiranya tak perlu mendirikan Universita Islam Nusantara. Jika memang ada ajaran
Islam Nusantara, ya silahkan salurkan melalui UIN-UIN yang sudah ada. Atau
mendidik ushtad-ushtad progresif yang berani menyebarkan ajaran membela NKRI
melawan ajaran jahat FPI dan MUI. Ushtad-Ushtad progresif ini ditugaskan
melantunkan ajarannya lewat TV-TV, sosial media, pesantren, sekolah negeri dan
lembaga negara lainnya.
Pada Jumat, 6 Januari 2017 2:15, "'Sunny' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
Di seluruh pelosok sudah ada Universisitas Islam Negara (UIN), Apakah
tidak cukup dengan mereka dan oleh karena itu mau ditambah universitas baru
dengan nama Nusantara? Selain UIN ada juga universitas yang dimiliki oleh
partai-partai agama. From: mailto:[email protected] Sent: Friday,
January 6, 2017 1:05 AMTo: GELORA_In ; Yahoogroups Subject: [GELORA45]
Univerrsitas Islam Nusantara Dear all, Beberapa hari yang lalu saya mendapat
sebuah mail dari seorang teman yang mengapresiasi langkah Jokowi yang hendak
mendirikan sebuah Universitas Islam Nusantara di Jkt. dalam rangka menghadapi
bahaya gerakan Islam radikal ISIS. Bunyi mail tsb antara lain sbb.:
”Menghadapi bahaya dari gerakan Islam radikal ISIS yang akan menghacurkan NKRI
yang berdasarkan Pancasila,UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, presiden Jokowi
melakukan pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam Indonesia yang berperan
dalam perjuangan mengusir kolonialis Belanda dari Indonesia seperti NU dan
Muhammadiyah. Telah disepakati untuk mengembangkan, mensosialisasikan sikap dan
peranan kaum muslimin Indonesia tentang agama Islam yang damai dan toleran, dan
anti kekerasan terhadap sesama umat yang disebut sebagai Islam Nusantara.
Langkah selanjutnya adalah mendirikan sebuah Universitas Islam Nusantara di
Indonesia dengan dasar ajaran Islam Nusantara”.
Tanggapan saya atas langkah Jokowi itu adalah sebagai berikut: Saya tidak yakin
langkah Pemerintah Jokowi mendirikan Universitas Islam Nusantara akan merupakan
langkah yang ampuh untuk menghadang bahaya gerakan Islam radikal ISIS.Alasan
saya ialah saya tidak melihat pembagian-pembagian atau pengkotakan-pengkotakan
yang tegas dalam substansi ajaran Islam. Ajaran Islam tidak terbagi atas ajaran
Islam radikal, ajaran Islam konservativ, ajaran Islam moderat, dsb.Islam ya
Islam. Yang berbeda hanyalah pentrapannya. Ia disebut radikal, moderat, dsb,
karena terdapatnya perbedaan dalam implementasi hukum-hukum Islam diberbagai
negara Islam, tepatnya karena terdapatnya berbagai tingkat keketatan
pelaksanaannya saja, bukan karena terdapatnya perbedaan-perbedaan dalam hukum
Islam itu sendiri. Umpamanya tentang dilaksanakan atau tidak hukum potong
tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi perempuan berzina. Hukum itu ada dalam
Islam, cuma pelaksanaannya diberbagai negeri tergantung kebijakan penguasa di
negeri bersangkutan.Untuk Indonesia, disebut kaum Islam radikal karena
penganutnya menonjolkan dan memperjuangkan bagian-bagian yang radikal dalam
ajaran itu; dinamakan Islam moderat karena penganutnya mengabaikan
bagian-bagian yang radikal; dinamakan Islam abangan karena bercampur dengan
ajaran-ajaran non-Islam.
Pentrapannya atau penonjolannya beragam, baik diluar maupun didalam negeri,
namun ajaran Islam bersumber pada ayat-ayat Al-Quràn dan Hadis yang sama.Islam
bersumber pada 6236 ayat-ayat Al-Quràn dan Hadis, diantaranya 330 adalah
ayat-ayat hukum. Hadis adalah ucapan-ucapan Nabi Muhammad yang dituturkan oleh
pengikut-pengikutnya dari generasi ke-1 ke generasi ke-2, ke-3 dst, dan pada
abad ke-2 Hijrah dikumpulkan dan disusun oleh para ahli menjadi kumpulan
ucapan-ucapan Nabi Muhammad.
Perbedaan pandangan yang sering terjadi antara pemuka-pemuka agama Islam
sendiri tentang banyak soal mengindikasikan bahwa ribuan ayat dan Hadis itu
juga berisi hal-hal yang kontradiktif satu sama lain. Sebagiannya lagi
kontroversial atau sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan jaman. Sedangkan
Ayat2 Quràn dan Hadis tidak boleh direvisi.Saya tak yakin Pemerintah Jokowi
akan mampu atau berwewenang menyusun suatu kurikulum tersendiri untuk sebuah
Universitas Islam yang dinamakan Universitas Islam Nusantara, memilah-milah
bagian mana yang mau dimasukkan dan bagian mana yang dibuang. Islam ya Islam,
terdiri dari 6236 ayat-ayat Al- Quràn dan kumpulan ucapan-ucapan Nabi Muhammad
yang disebut Hadis. Semuanya, termasuk yang kontroversial dan ketinggalan
jaman. Umpamanya, Islam Nusantara Jokowi tak mungkin bisa membuang atau
meniadakan surat Al-Maìdah 51 dari kurikulumnya, tak bisa menegasi ucapan Habib
Rizieq bhw hukum Syariah harus diatas Konstitusi Negara karena hukum Syariah
adalah hukum Tuhan. Menurut Islam memang demikian.Menurut hemat saya,
mendirikan Universitas Islam Nusantara hanya akan membantu:-
menyediakan infrastruktur bagi mengalirnya gurubesar-gurubesar Islam dari Saudi
Arabia dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya,- menambah ruang untuk
masuknya para kiay dan Ulama ke lembaga negara,- usaha ”pemurnian” kaum
Islam abangan (puluhan juta orang Jawa) menjadi Islam yang bewust, yang murni,
yang akhirnya menuntut implemetasinya spt di Timur Tengah. Jalan yang paling
tepat untuk mencegah Indonesia menjadi Negara Islam ialah berusaha memisahkan
Negara dari agama. Mengintensifkan sosialisasi apa yang sudah mulai dikerjakan
yaitu NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika. Fatwa MUI
bukanlah hukum positiv. Ormas FPI tidak boleh menggantikan peran polisi. Dan
sebagainya.Dalam rangka ini baik saja dilakukan pertemuan-pertemuan dengan
organisasi-organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah, mencari kesepakatan
untuk mengembangkan, mensosialisasikan sikap dan peranan kaum muslimin
Indonesia tentang agama Islam yang damai dan toleran, dan anti kekerasan
terhadap sesama umat. Tetapi untuk itu tak perlu pula mendirikan suatu
Universitas Islam Nusantara. Dan dalam usaha mendekati NU dan Muhammadiyah tak
perlu pula membuka peluang untuk para Ulama dan kiay menempati kedudukan
istimewa dimata Negara. Dalam rapat paripurna Dewan Pembina MUI yang dipimpin
oleh Din Syamsuddin jelas sekali tuntutan mereka agar MUI menjadi lembaga
Negara, kepada siapa Pemerintah diharuskan meminta rujukan sebelum mengambil
keputusan-keputusan penting.Mendirikan suatu Universitas Islam (walaupun diberi
embel-embel Nusantara) dengan biaya APBN adalah salah satu langkah (walaupun
kecil) kearah melembagakan ormas para Ulama ini. #yiv3618054799 #yiv3618054799
-- #yiv3618054799ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-mkp #yiv3618054799hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mkp #yiv3618054799ads
{margin-bottom:10px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mkp .yiv3618054799ad
{padding:0 0;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mkp .yiv3618054799ad p
{margin:0;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mkp .yiv3618054799ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-sponsor
#yiv3618054799ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-sponsor #yiv3618054799ygrp-lc #yiv3618054799hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-sponsor #yiv3618054799ygrp-lc .yiv3618054799ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3618054799 #yiv3618054799actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3618054799
#yiv3618054799activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3618054799
#yiv3618054799activity span {font-weight:700;}#yiv3618054799
#yiv3618054799activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv3618054799 #yiv3618054799activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3618054799 #yiv3618054799activity span
span {color:#ff7900;}#yiv3618054799 #yiv3618054799activity span
.yiv3618054799underline {text-decoration:underline;}#yiv3618054799
.yiv3618054799attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv3618054799 .yiv3618054799attach div a
{text-decoration:none;}#yiv3618054799 .yiv3618054799attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3618054799 .yiv3618054799attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3618054799 .yiv3618054799attach label a
{text-decoration:none;}#yiv3618054799 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv3618054799 .yiv3618054799bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3618054799
.yiv3618054799bold a {text-decoration:none;}#yiv3618054799 dd.yiv3618054799last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3618054799 dd.yiv3618054799last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3618054799
dd.yiv3618054799last p span.yiv3618054799yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv3618054799 div.yiv3618054799attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv3618054799 div.yiv3618054799attach-table
{width:400px;}#yiv3618054799 div.yiv3618054799file-title a, #yiv3618054799
div.yiv3618054799file-title a:active, #yiv3618054799
div.yiv3618054799file-title a:hover, #yiv3618054799 div.yiv3618054799file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3618054799 div.yiv3618054799photo-title a,
#yiv3618054799 div.yiv3618054799photo-title a:active, #yiv3618054799
div.yiv3618054799photo-title a:hover, #yiv3618054799
div.yiv3618054799photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3618054799
div#yiv3618054799ygrp-mlmsg #yiv3618054799ygrp-msg p a
span.yiv3618054799yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3618054799
.yiv3618054799green {color:#628c2a;}#yiv3618054799 .yiv3618054799MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv3618054799 o {font-size:0;}#yiv3618054799
#yiv3618054799photos div {float:left;width:72px;}#yiv3618054799
#yiv3618054799photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3618054799
#yiv3618054799photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3618054799
#yiv3618054799reco-category {font-size:77%;}#yiv3618054799
#yiv3618054799reco-desc {font-size:77%;}#yiv3618054799 .yiv3618054799replbq
{margin:4px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-mlmsg select, #yiv3618054799 input, #yiv3618054799 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-mlmsg pre, #yiv3618054799 code {font:115%
monospace;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-mlmsg #yiv3618054799logo
{padding-bottom:10px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-msg
p#yiv3618054799attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-reco #yiv3618054799reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-sponsor
#yiv3618054799ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-sponsor #yiv3618054799ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-sponsor #yiv3618054799ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv3618054799 #yiv3618054799ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3618054799
#yiv3618054799ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv3618054799