Nampaknya perlu sedikit penegasan dari komentar yang saya ajukan kemarin ini, 
jangan sampai terjadi kesalah-pahaman, ...

1. Saya hanya ingin mengajukan adanya kapitalis-kapitalis di Tiongkok yang 
ikutan atau terlibat mengentaskan kemiskinan didaerah-daerah 
pedalaman/pegunungan dibeberapa propinsi Tiongkok yang masih terbelakang. Itu 
yang terbaca oleh saya dibeberapa bulan terakhir ini, ... Jadi sama sekali 
tidak ada maksud saya untuk menyatakan usaha mengentaskan kemiskinan HARUS 
bersandar pada kapitalis-kapitalis dan itulah jalan terbaik! PASTI TIDAK 
BEGITU! Diajak ikut sertanya kapitalis-kapitalis terlibat dalam usaha 
mengentaskan kemiskinan, tentu sebagai langkah mempercepat pelaksanaan program 
memebaskan kemiskinan di Tiongkok yg masih tersisa itu. Dan dalam 2 tahun ini 
NAMPAK HASIL-HASIL gemilangnya! Itu saja yang menjadi perhatian saya.

2. Dari kisah-kisah ikut sertanya kapitalis-kapitalis dalam usaha pembangunan 
ekonomi nasional, khususnya mengentaskan kemiskinan ini, kita hanya bisa 
melihat KENYATAAN bahwa yang dinamakan kapitalis-kapitalis itu tidak bedanya 
dengan manusia normal pada umumnya! Ada yang baik-baik, tentu juga tidak 
sedikit yang jelek, serakah bahkan kejam, sangat tidak manusiawi! Jadi, tidak 
bisa main generalisasi yang KAPITALIS PASTI serakah, jahat dan kejam dan oleh 
karenanya HARUS DIBASMI sekarang juga! Dijadikan sasaran tembak revolusi, 
dijadikan MUSUH yang harus dimusnahkan dari muka bumi ini, sekarang juga. Baik 
dimanapun kita berada dan hidup didunia ini, tingkat perjuangan RAKYAT sebagai 
mana kenyataan objektif yang ada. Kapitalis masih masuk dalam kategori RAKYAT 
yang masih harus ditarik dalam satu front membangun ekonomi dan masyarakat, ... 
kapitalis nakal, yang serakah dan kejam, yang melanggar ketentuan/HUKUM saja 
yang ditindak tegas dan dipenjarakan! Jadi, BELUM BISA atau belum tiba waktunya 
melancarkan rev. Sosialisme yang menjadikan kapitalis sebagai MUSUH klas yang 
sudah saatnya dibasmi, dimusnahkan, ... 

3. Sebagaimana juga manusia normal pada umumnya, TINGKAT KESADARAN 
kapitalis-kapitalis untuk berbuat sosial juga memerlukan proses perjuangan, dan 
nampaknya proses meningkatkan kesadaran kapitalis itu baru saja digencarkan 
untuk ikut terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan di TIongkok. Jadi, 
menurut saya, tidak ada perlunya kita menuntut BERLEBIH pada 
kapitalis-kapitalis itu untuk mengeluarkan kekayaannya lebih dari 50% misalnya, 
untuk disumbangkan, ditanamkan modalnya membantu mengentaskan kemiskinan. 
Berbuat saja sebagaimana kemampuan mereka, ...! Sudah cukup bagus mereka 
tergerak bisa ikut berusaha membantu membangkitkan usaha didaerah-daerah miskin 
yang belum terjamah itu. Katakanlah sebegitu kemampuan dan kesediaan yang bisa 
diberikan sementara ini, ... yaa harus didorong terus dan kasih insentive lebih 
lanjut untuk usaha-usaha sosial begitu lebih banyak. Bagaimanapun juga 
pengusaha juga ada perhitungan sendiri, dan tidak mau jatuh rugi apalagi sampai 
bankrut, kan! Dia tetap harus menanggung resiko GAGAL dan ludes modal yang 
ditanam itu, ...!
Kalau saya perhatikan sepintas, sebetulnya di Indonesia juga ada bentuk Yayasan 
Ssoial yang didanai kapitalis-kapi89tali dan aliran Agama untuk usaha-usaha 
sosial, entah bergerak dibidang pendidikan, membuat sekolah, yatim piatu, 
panti-jompo ataupun kesehatan dengan mendirikan Rumah-Sakit, ... lalu kemarin 
ini juga terbaca di Singkawan ada Yayasan Setia Negara, yang dipimpin Tjhai 
Chui-mie, baru saja menangkan pilkada menjadi walikota Singkawang, dengan 
keberhasilan panen padi dengan bibit unggul Pioneernya itu. Tentu juga 
merupakan kenyataan terjadi bentuk-bentuk bantuan kapitalis-kapitalis dalam 
usaha sosial yang perlu didorong dan dikembangkan lebih lanjut! Tidak perlu 
bersikap sebaliknya, mencemoohkan dengan tanya sudah berapa % dari kekayaan 
mereka yang digunakan untuk usaha sosial itu, ... masih TERLALU SEDIKIT seperti 
kasih upil saja pada rakyat miskin! 

4. Saya mengajukan kisah kapitalis terlibat dalam mengentaskan kemiskinan di 
Tiongkok, TIDAK berarti Pemerintah tidak aktif berusaha mengentaskan 
kemiskinan, saya yakin itulah salah-satu TUGAS UTAMA Pemerintah. Itu yang 
terjadi dengan desaq-desa makmur di Tiongkok, ... disamping usaha dan 
perjuangan desa itu sendiri dan adanya dukungan pemerintah untuk mendorong maju 
lebih makmur, ... tapi dalam kenyataan Pemerintah belum mungkin keluarkan dana 
lebih besar dan ahli-ahli yang cukup untuk terjun ke begitu banyak dan luasnya 
desa-desa terbelakang, ...! Usaha mendorong intelektual turun ke-desa2 
terbelakang juga digencarkan. Hanya saja nampaknya masih cukup banyak kendala, 
belum banyak intelektual yg bersedia turun hidup menetap didesa-desa apalagi 
desa-desa yang sangat terbelakang dan MISKIN itu! Proses KESADARAN manusia 
perlu dikerjakan dalam jangka waktu panjang, TIDAK BISA DIPAKSA dengan PERINTAH 
SAJA!


Salam,
ChanCT

From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, March 11, 2017 7:40 AM
To: Yahoogroups 
Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok

  

Bung Djie, saya sepakat dengan yang anda katakan "Hanya saja apa cukup banyak 
milyunner dan biljyuner yang mau sukarela membantu daerah miskin sampai bisa 
bekerja berdiri sendiri. Kalau ada dan banyak yang brsedia bantu, tentu baik 
sekali. Tetapi mengangkat daerah pedesaan dari kemiskinan, sudah benar tugas 
pemerintah."

Saya coba melihat daftar billionaires di Tiongkok dari Forbes 2016, disana ada 
371 orang dengan kekayaan mulai dari yg termiskin USD$1 billion sampai yg 
terkaya USD$33 billion (Wang Jianlin), tidak tahu berapa totalnya tidak hitung 
tetapi kelihatannya ada beberapa Trilliun-an dollar dus beberapa kali lipat 
dari GDP Indonesia yg cuman USD$862 billion itu.

Nah yang saya ingin tahu, dari sekian trilliun dollar (ribuan billion) kekayaan 
para billionaires itu berapa banyak (billion) yg disumbangkan utk pengentasan 
kemiskinan? Mungkin kalau bung Chan tahu jawabnya.


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :


Hanya saja apa cukup banyak milyunner dan biljyuner yang mau sukarela membantu 
daerah miskin sampai bisa bekerja berdiri sendiri. Kalau ada dan banyak yang 
brsedia bantu, tentu baik sekali. Tetapi mengangkat daerah pedesaan dari 
kemiskinan, sudah benar tugas pemerintah.
Tidak semua milyuner sebaik Tan Kah kee yang mendirikan sekolah2 di Tiongkok 
dan universitas Xiamen, sekolah2 di malaya dan Singapore. Yang kemudian 
diteruskan oleh lee Kong Chean, menantunya, dan Lee Seng Gie, anak lee Kong 
Chean yang membangun perpustakaan 13 tingkat di Singapore untuk umum, dan 
memberi donasi ke Universitas di Singapore, sekolah2, dan rumah sakit.
Orang2 Zhejiang di negeri Belanda kumpulkan uang, bangun jalan raya dari 
pelabuhan udara ke ibukotanya propinsi Zhejiang. Orang2 Zhejiang kabarnya 
kaya2, pandai berusaha dengan sistim kongsi. Banyak usaha di Tiongkok, di 
propinsi2 lain, sehingga orang2 di propinsi lain ada yang berseloroh: kami 
sekarang dijajah orang Zhejiang.Ya, mereka juga tahu, kalau usaha baru orang 
Zhejiang ini juga memberi banyak lapangan kerja di propinsinya.
Waktu kami mantu, restaurant Zhejiang menyanggupi kirim makanan dalam keadaan 
panas ( dikirim dengan peti isolator) karena jarak dari restaurant ke tempat 
pesta tidak lebih dari 15 menit. kemudian untuk tambahi makanan, kami perlu 
bayar sewa kompor besar. Kompor besar, piring, gelas, restaurant yang urus 
sewanya. Dia kirim satu koki, dan beberapa pembantu, yang kami tidak perlu 
extra bayar. Kami tahu beres. Kami mau beri persekot, dia bilang tidak usah. 
Selesai pesta, kami mau bayar, dia bilang, tunggu dua minggu nanti kalau sudah 
tenang, silahkan datang bayar. Bukan main, kok percayanya.
Beberapa tahun kemudian kami datang cari Sony, manager restaurant itu untuk 
pesan makanan. Yang di restaurant bilang, Sony tidak urus restaurant ini 
langsung, kadang2 saja dia datang. Tetapi dia ada di seberang, di restaurant 
baru. Kami ke seberang temui Sony. Dia Kasih tahu nama colleganya yang sekarang 
urusi restaurant, supaya kami hubungi. Dia cerita, kalau dia tugasnya sekarang 
bangun restaurant2, cari annemer Belanda, cari tukang2 dari Tiongkok untuk 
kerjakan bagian dalam restaurant, pesan alat2 dan dekorasi dari Tiongkok, cari 
tukang masak dan kelner dari Tiongkok. Kalau selesai satu, bangun lagi lain di 
tempat lain. Saya tanya, wah kongsinya begitu kuat ? Dia bilang anggota 
kongsinya bisa berlain lainan, tetapi pemilik utamanya orang yang sama.

2017-03-10 21:46 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:


    Bung Chan, kelihatannya anda sedemikian kesengsemnya sama CSR dgn contoh yg 
dilakukan Wanda Group itu. Pingin tahu sampai sejauh mana para billioner dan 
milliuner itu berhasil mengentaskan kemiskinan sehingga bagi anda kelihatannya 
itulah jalan yg terbaik. 


    ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :


    Yang pasti nenek yang satu ini sudah TIDAk ADA KEKUATAN masih saja main 
hantamkromo, semua dihajar jadi MUSUH yang harus dibasmi, dari renegad remo 
sampai kapitalis. Bagaimana bisa menang kan revolusi dan wujudkan impian 
indahnya jadi kenyataan kalau begitu? Kecuali dalam mimpi saja!!! Hehehee, ...

    Gimana anda mau sejahterakan rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak ada 
uang??? Beli kolor saja tidak bisa! Lalu? Ngerampok, merampas kekayaan 
kapitalis saja??? Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada 
yang tanamkan modal disitu? Menjilat kapitalis dan konglomerat? Tentu saja 
tidak usah menjilat! Cukup TARIK-lah mereka-mereka dikalangan kapitalis itu 
untuk ikut serta membantu mengentaskan kemiskinan, itu yang saya lihat 
dijalankan di Tiongkok dalam usaha membantu perkampungan miskin berubah menjadi 
kampung makmur bermunculan dimana-mana! Itulah KENYATAAN yang terjadi, 
sekalipun anda tuduh renegad remo, tapi PKT BERHASIL sekalipun tetap 
menggunakan kapitalis, konglomerat ikut serta mengentaskan kemiskinan!

    Lalu, dimana peran pemerintah? Pemerintah jadi bisa lebih menitik beratkan 
pada pembangunan infrastruktur, dari meneruskan kembangkan jaringan KA-Cepat, 
jalan2 tol sampai memindahkan jalur sungai, menaikkan aliran sungai keatas 
pegunungan, membangun pembangkit-listrik didaerah terbelakang dsb. dsb nya. 
Karena masalah utama untuk bangkitkan kampung terbelakang menjadi maju, yaa 
terutama masalah air dan listrik, jalan-raya, KA untuk mencapai dan mendekatkan 
hubungan tukar-menukar hasil produksi diperlancar, ... Itu yang TERJADI 
sekarang ini di Tiongkok!

    Salam,
    ChanCT


    From: Tatiana Lukman
    Sent: Friday, March 10, 2017 4:01 PM
    To: [email protected] ;  Lusi D. ; Chan CT
    Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups
    Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok

    Bolak balik logika orang remo, renegad dan pendukung setia kapitalisme 
adalah uang!!! Titik tolaknya, tanpa uang tidak akan ada gerakan!!! Kalau Lenin 
bilang tanpa teori revolusioner tidak akan ada gerakan revolusioner. Sedangkan 
fokus pendukung kapitalisme UANG!! MAKANYA HARUS MENJILAT KEPADA KAUM 
KONGLOMERAT!!!



    On Friday, March 10, 2017 7:04 AM, "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




    Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakkan dan 
bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera dalam waktu bersamaa, ... 
darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk 
itu dalam seketika?????

    Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK REALIS dan TIDAK 
MUNGKIN diwujudkan menjadi kenyataan!!!


    From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]
    Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 AM
    To: [email protected] ;  Lusi D.
    Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups
    Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok

      
    Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun kebawah, dukung 
gerakan akar rumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang 
berada di jenjang paling bawah dalam piramid.



    On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' lusi_d@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




      
    Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan
    kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia secara
    apa adanya.

    Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk.
    Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah
    selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah
    struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...".

    Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu.

    Salam
    Lusi.-

    Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000
    schrieb "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>:

    > Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok
    > https://www.merdeka.com/ politik/pesan-nyelekit-rizal- 
ramli-buat-jokowi-dan-ahok. html
    > Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu
    > https://www.merdeka.com/ reporter/yayu-agustini-rahayu/ , Randy Ferdi
    > Firdaus https://www.merdeka.com/ reporter/randy-ferdi-firdaus/
    > https://facebook.com/sharer. php?u=http%3A%2F%2Fwww. 
merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan- nyelekit-rizal-ramli-buat- jokowi-dan-ahok.html
    > https://twitter.com/share? text=Pesan%20nyelekit%20Rizal% 
20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan% 20Ahok%20%7C%20merdeka.com& 
url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka. com%2Fpolitik%2Fpesan- nyelekit-rizal-ramli-buat- 
jokowi-dan-ahok.html&via= merdekadotcom
    > https://plus.google.com/share? url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka. 
com%2Fpolitik%2Fpesan- nyelekit-rizal-ramli-buat- jokowi-dan-ahok.html
    > 366 SHARES
    > 
    > 
    > 
    > Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016
    > merdeka.com/muhammad luthfi rahman
    > 
    > 
    > Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan
    > Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti pembangunan
    > ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
    > 

      > Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir
    kepentingan
    > konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas
    > kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja.
    > 
    > Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini
    > menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan
    > pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut berdampak
    > pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin.
    > 
    > "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business
    > (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga
    > yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini,
    > sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi
    > langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar," ujar
    > Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel
    > Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3).
    > 
    > Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang
    > berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai
    > golongan menengah yang independen.
    > 
    > "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada
    > 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara
    > bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi
    > negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat,"
    > terang Rizal.
    > 
    > Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus dibantu
    > oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah lebih cenderung
    > menyokong para pengusaha besar.
    > 
    > "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh
    > buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah
    > harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah
    > yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal.
    > 
    > Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini
    > hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,.
    > Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari dalam negeri sendiri
    > tanpa memberi kontribusi yang lebih menguntungkan baik bagi negara,
    > maupun rakyat kecil dan menengah.
    > 
    > "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam
    > negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar
    > Rizal.
    > 
    > Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara maju
    > di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan besar
    > menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil produksi ke
    > luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari luar dan
    > mensejahterakan warga di negaranya.
    > 
    > "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari luar
    > negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka besar di
    > dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil (di dalam
    > negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk spare part
    > misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang menengahnya juga kuat
    > dan yang kecil akhirnya dikembangkan," terang Rizal.
    > 
    > Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI Jakarta
    > http://www.merdeka.com/tag/j/ jakarta/ Basuki T Purnama ( Ahok
    > https://www.merdeka.com/tag/a/ ahok/) pun kena serang. Rizal diketahui
    > memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat membahas proyek
    > reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. Tak selang dari
    > perseteruan itu, Rizal dicopot.
    > 
    > "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama,
    > terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena
    > selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu
    > dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak," kata Rizal.
    > 
    > Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai
    > politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika
    > mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal.
    > 
    > Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah
    > menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, partai yang
    > tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai
    > tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen.
    > 
    > "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya
    > partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal.
    > [rnd]
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 








Kirim email ke